Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Matahari Diantaa Gedung Pencakar Langit (http://www.planetizen.com/)
Dream - Sebuah perusahaan pengembang di Tiongkok harus membayar ganti rugi pada warga sekitar. Pemicunya cukup unik. Gedung itu dituduh telah mencuri sinar matahari yang berharga.
Gedung Zifeng Tower di Nanjing memang menjulang tinggi hingga 450 meter. Saking tingginya, gedung di sekelilingnya menjadi terlihat kerdil.
Namun keputusan membangun pencakar langit tersebut justru berbalik jadi musibah. Gedung itu membuat penduduk sekitarnya tak lagi bisa merasakan sinar matahari yang terhalang gedung.
Mengutip laman shanghaiist, Sabtu, 28 November 2015, seorang penduduk setempat bernama Chen dikabarkan bakal menerima uang ganti rugi 100 ribu yuan atau Rp 215 juta sebagai kompensasi hilangnya sinar matahari di rumah mereka.
Merujuk peraturan setempat, developer berkewajibkan menjaga areal di sekitar gedung pencakar langit tetap menerima sinar matahari minimal dua jam sehari. Namun rumah Chen hanya mencapat sinar mentahari kurang dari dua jam.
Sejumlah keluhan pernah disampaikan penduduk lokal sejak gedung ini berdiri pada 2010. Chen sendiri sudah berulang kali menuntut pemilik gedung. Nammun pengacara kerap menolak kasus itu dan tak pernah membawanya ke pengadilan.
Gedung Zifeng Tower dirancang perusahaan arsitek Amerika Serikat Skidmore, Owing and Merril. Gedung ini menjadi yang tertinggi di Tiongkok dan nomor 12 di dunia.
Anda muncul tuntutan lebih banyak di masa depan, perusahaan tampaknya harus berpikir membangun gedung ke dalam tanah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya