Mendadak Dengar Suara Orang Mengaji, Eksekusi Rumah Ditunda

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 18 November 2016 18:02
Mendadak Dengar Suara Orang Mengaji, Eksekusi Rumah Ditunda
Petugas tiba-tiba menghentikan eksekusi karena mendengar suara orang mengaji dari dalam sebuah rumah.

Dream - Warga Jalan Veteran Gresik terkejut ketika tim petugas dari Pengadilan Negeri (PN) tiba-tiba menggusur permukiman mereka. Sebanyak 9 rumah di kawasan tersebut dieksekusi tanpa perlawanan oleh juru sita Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Sembilan rumah di atas lahan seluas 6.645 meter persegi itu merupakan bagian dari 13 rumah yang masuk dalam sengketa yang dimenangkan oleh ahli waris Sufiyatun. Melalui kuasa hukumnya, Dading H, ahli waris Sufiyatun meminta rumah-rumah di wilayah itu dikosongkan.

" Kami hanya melaksanakan putusan Pengadilan Negeri (PN) Gresik," katanya saat berlangsung eksekusi, sebagaimana dikutip Dream dari laman beritajatim.com, Kamis 17 November 2016.

Asal mula eksekusi ini berawal saat Sufiyatun, selaku pemilik tanah mewariskan ke Minadi. Selanjutnya, oleh Minadi diwariskan ke anak angkat Sufiyatun yang bernama Riyatin tanpa surat adopsi.

Oleh Riyatin, selanjutnya dijual ke warga pada tahun 1992. Ahli waris Sufiyatun yang asli, akhirnya menggugat ke warga. Sebab, Riyatin tidak berhak menjualnya.

1 dari 2 halaman

Lantunan Ayat Suci Alquran

Eksekusi 9 rumah itu menjadi tontonan warga. Bahkan, untuk mendukung eksekusi itu, ratusan personel dari Polres Gresik dikerahkan untuk mengamankan eksekusi.

Selain polisi, puluhan anggota TNI maupun Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik juga diterjunkan. Termasuk di antaranya anggota Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja Gresik.

Semula eksekusi terhadap bangunan rumah itu berjalan lancar. Namun, saat petugas akan mengeksekusi rumah yang ke sembilan, yang berada di Jalan Veteran 164 Gresik, petugas eksekusi sempat terhenti.

Pasalnya, ada orang sedang mengaji di dalamnya. Setelah ditunggu beberapa menit, usai aliran listrik dimatikan, petugas mengeluarkan semua isi barang di dalam rumah sebelum dirobohkan oleh alat berat.

2 dari 2 halaman

Keberatan

Sementara itu, Sholehuddin, kuasa hukum dari Nanik Zulaikha, istri Sukarno menuturkan, mengaku keberatan dengan eksekusi ini .

" Kami sudah mengajukan penangguhan dan mendapatkan nomor penangguhan dari Pengadilan Negeri Gresik. Sebab, sertifikat pemilik rumah Sukarno, luas 85 meter persegi masih asli," tuturnya.

(Sumber: beritajatim.com)

Beri Komentar