Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar
Dream - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan pentingnya keseimbangan pembangunan di desa dengan mempertahankan kearifan lokal yang ada.
“ Tujuannya agar hasil rekayasa budaya masyarakat kita, peninggalan nenek moyang yang bagus-bagus bisa dipertahankan sedemikian rupa," kata pria yang karib disapa Gus Menteri dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis 10 Desember 2020.
Untuk mewujudkan pembangunan yang sepenuhnya adil bagi seluruh rakyat Indonesia, maka pembangunan yang diupayakan harus dilakukan secara total, tidak terkecuali pembangunan hingga ke seluruh pelosok desa.
Ia meminta Dana Desa yang dianggarkan untuk menyejahterakan masyarakat di desa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga desa, terutama bagi yang kurang mampu.
Untuk mencapai pembangunan yang menyeluruh tersebut, Kemendes PDTT mencoba mengimplementasikannya melalui program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di desa atau disebut SDGs Desa.
SDGs Desa tersebut didasarkan pada SDGs global dan nasional, dan berisi target-target yang diharapkan dapat mewujudkan pembangunan di seluruh lini kehidupan masyarakat desa.
Contohnya antara lain desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera hingga upaya mewujudkan kemitraan untuk pembangunan desa.
Sedikit berbeda dari SDGs global dan nasional, Kemendes PDTT menambahkan satu target penting di SDGs Desa dalam upaya mewujudkan pembangunan yang menyeluruh di desa tanpa mengabaikan kearifan lokal, dan budaya yang ada di desa itu.

Satu target tambahan itu adalah kelembagaan desa yang dinamis dan budaya desa yang adaptif. Hal ini dinilai sangat penting untuk dapat tetap mempertahankan keragaman budaya dan kearifan lokal yang ada di setiap desa.
" Kami membangun SDGs Desa ke-18, yaitu kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif, dengan satu prinsip agar budaya dan kearifan lokal yang ada tetap dipertahankan. Jangan sampai ditinggalkan karena itu sangat penting," tutur dia.
Selain tetap mempertahankan kearifan lokal, pemerintah juga akan terus mengupayakan berbagai inovasi sehingga pembangunan yang dilakukan sejauh ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Sehingga, kata dia, ada keseimbangan antara mempertahankan adat istiadat, budaya, bahasa, budaya, kearifan lokal, religiusitas yang tinggi dengan berbagai macam agama yang ada dengan upaya-upaya pembangunan.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes