Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kim Jong Un Menangis (Foto: Merdeka.com/YouTube)
Dream - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, meneteskan air karena merasa gagal memimpin rakyatnya menghadapi masa sulit di tengah pandemi Covid-19.
Dalam pidato pada parade militer besar-besaran untuk merayakan hari jadi Partai Pekerja ke-75, Kim sempat melepas kacamatanya dan mengusap air mata.
Peristiwa ini termasuk langka terjadi dan para pengamat menilai kejadian itu menandakan betapa Kim merasakan beratnya beban yang dipikul pemerintahan yang dipimpinnya.
" Rakyat kita sudah menaruh kepercayaan setinggi langit dan sedalam samudera kepada saya tapi saya gagal memenuhi keinginan mereka. Saya mohon maaf untuk itu," uajr Kim, dikutip dari the Guardian.
Dalam pidatonya Kim mengutip ayah dan kakeknya, dua pemimpin Korut sebelumnya.
" Meski saya dipercaya memegang tanggung jawab penting untuk memimpin negara ini demi menjunjung tinggi warisan kamerad agung Kim il-sung dan Kim Jong-il, berkat kepercayaan seluruh rakyat, kerja keras dan ketulusan saya belum cukup untuk menyingkirkan kesulitan hidup rakyat kita."
Dalam parade militer Minggu kemarin di Ibu Kota Pyongyang, Korea Utara memamerkan senjata rudal balistik antarbenua yang baru serta perlengkapan militer lainnya.
Pengamat menilai, Kim memanfaatkan pidatonya untuk menarik simpati rakyat Korut.
Pidato Kim dipenuhi kata-kata seperti " tantangan berat" , " penderitaan rakyat dan " bencana tak terduga" , demikian laporan media.
Korea Utara yang selama ini menjalin perdagangan dengan China--mitra ekonomi terbesar--mengalami anjloknya perekonomian akibat penutupan perbatasan untuk mencegah pandemi. Meski begitu Pyongyang hingga kini tidak mencatat satu pun kasus positif Covid-19.
Sanksi internasional bertahun-tahun lantaran program senjata nuklir Korut dan munculnya bencana alam, kian memperberat beban Kim.
" Penting untuk melihat mengapa dia sampai meneteskan air mata dalam pidato itu," ujar Hong Min direktur Divisi Korea Utara di Institut Korea untuk Unifikasi Nasional kepada Korea Times.
" Di balik pesannya dalam pidato itu, orang bisa merasakan tekanan berat yang dihadapinya."
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya