4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Sumber: Shutterstock.com
Dream - Orangtua merupakan tempat untuk anak meminta bimbingan dan arahan jika mengalami kesulitan, tak terkecuali dalam urusan pelajaran di sekolah. Banyak orangtua yang mengulang materi pelajaran yang telah dipelajari anak di sekolah ketika belajar di rumah.
Tak hanya agar anaknya mengerti, mengulang kembali pelajaran sekolah kepada anak juga dilakukan supaya si buah hati bisa mendapatkan nilai yang bagus. Harus diakui, masih banyak orangtua yang menilai keberhasilan belajar seorang anak hanya dari nilai ujian dari pelajaran sekolah.
Standar inilah yang tak jarang membuat orangtua dilanda kecewa ketika anaknya tidak mendapat nilai yang tinggi.

Melansir dari World of Buzz, seorang ayah di Cina mengalami kesulitan ketika harus mengajar matematika kepada anak-anak mereka. Saking frustasinya, ayah tersebut sengaja membuat ulah di tengah jalan serta memohon petugas polisi untuk menangkapnya.
Tindakan ini sengaja dilakukan karena anak perempuannya tidak kunjung bisa menyelesaikan soal pengurangan yang sederhana.
Sementara ayah yang lain terlihat menangis ketika mengetahui hasil ujian matematika anak laki-lakinya. Kejadian ini terlihat dalam video yang diunggah pada media sosial Weibo.

Ayah tersebut telah mengajari anaknya matematika selama satu tahun penuh, demi mendapatkan skor 6 dari 100 saat ujian akhirnya.
ET Today melaporkan, sang ayah tidak senang dengan nilai anaknya yang terus naik turun dengan skor 40 hingga 50. Namun, di lain waktu anaknya mendapat skor sebesar 80 hingga 90.
Untuk membantu anaknya mempertahankan nilai, sang ayah memutuskan mengajar putranya secara pribadi selama satu tahun penuh.
Namun, ketika sang anak pulang ke rumah dengan skor 6 dari 100 menyebabkan ayahnya merasa sangat kecewa.
“ Saya tidak peduli lagi; usahaku sia-sia. Biarkan dia berjuang sendiri,” ungkap sang ayah.
Dream - Tingkah polos dan lugu anak kecil memang kerap menarik perhatian. Tak jarang tingkah mereka mampu membuat banyak orang ikut tertawa.
Saking polos dan lugunya, terkadang apa yang dikatakan orang dewasa pada mereka, diartikan 'lurus-lurus' begitu saja.
Meskipun salah, tetap saja tingkah mereka dianggap kocak hingga membuat orang yang melihatnya geleng-geleng kepala. Apalagi ketika melihat orang atau situasi yang baru pertama mereka temui.
Seperti yang dilakukan bocah satu ini. Ia menangis histeris saat pertama kali melihat bule kulit putih. Usut punya usut, bocah yang tinggal di Uganda itu baru pertama kali melihat orang kulit putih.
Maklum, negara mereka jauh dari teknologi dan jarang dikunjungi wisatawan asing. Saking jarangnya diakses dunia luar, seorang wisatawan asal Barat justru bikin heboh bocah-bocah di sebuah desa berlari ketakutan.
Bule bernama Tommy el Forastero memang sengaja mengunjungi Uganda, momen itu ia bagikan di channel Youtube-nya Sabbatical.
Ia diterima dengan baik oleh warga sekitar yang mengenalkan keunikan kampungnya. Namun situasi makin heboh saat anak-anak kecil di Uganda itu melihatnya. Mereka menganggap pria berkulit putih itu adalah sosok hantu.
Tak heran, pasalnya mayoritas orang Uganda berkulit hitam. Melihat hal yang janggal ini, anak-anak Uganda justru ketakutan.
Saking takutnya, mereka lari terbirit-birit yang berujung ditertawakan remaja dan orang dewasa di Uganda.
Meski demikian, bule berkulit putih itu masih ingin mendekati bocah asal Uganda itu untuk meyakinkan dirinya bukanlah sosok hantu.
Mulanya Tommy berdalih hanya ingin mengecek jalanan di desa itu, namun lama kelamaan bocah asal Uganda justru tak bisa menahan ketakutannya berjumpa dengan orang kulit putih.
“ Suatu hari, dalam pendakian santai melalui pegunungan Rwenzori di Uganda barat, kami menemukan sebuah desa terpencil yang tampaknya tidak banyak dikunjungi pengunjung dari luar negeri,” tulisnya dalam kanal Youtube Sabbatical.
Tommy disambut baik sesepuh, pria dan wanita di sana. Ia sempat berjalan-jalan dan berbincang hingga mencapai ke rumah-rumah warga di mana para anak kecil bermain.
Siapa sangka, ada bocah perempuan yang justru takut melihat orang asing itu. Ia bahkan menangis khawatir akan dimakan.
“ Dia akan memakanku, dia akan memakanku,” kata bocah asal Uganda itu sambil berlari menjauhi pria berkulit putih itu.
Seketika warga sekitar tertawa terbahak-bahak melihat bocah polos itu ketakutan. Meskipun dia sudah diyakinkan banyak orang jika Tommy tak berbahaya.
“ Dia tidak akan memakanmu, pegang dia, kemarilah, peganglah tangannya dia tidak akan menyakitimu,” seorang pria dewasa Uganda meyakinkan bocah wanita polos itu.
Ia lantas mengajak bocah itu mendekati wisatawan asing itu. Bocah polos asal Uganda itu sempat menjauh dan akhirnya bisa dibujuk untuk bertemu dengan Tommy.
Bahkan Tommy menyerahkan kamera pribadinya kepada warga lokal untuk mengenal lebih dekat bocah yang diketahui bernama Maria Kabaguma itu. Saat dibujuk bertemu Tommy, Maria sempat menangis beberapa kali.
Meski menahan rasa takut, namun bocah bernama Maria itu memberanikan diri memegang tangan Tommy. Ia terlihat waspada dan masih saja menyimpan rasa takut saat di samping turis asing itu.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
