Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Sumber: Merdeka.com
Dream - Sosok Aryanto kini tengah menjadi sorotan dunia otomotif internasional. Penemu alat Nikuba (Niku Banyu) atau teknologi bahan bakar air itu mengaku kecewa dengan pemerintah dan enggan menerima bantuan apapun.
Dalam cuplikan wawancara yang beredar di media sosial, Aryanto mengatakan bahwa pemerintah sempat memandang sebelah mata hasil temuannya.
" Saya enggak butuh mereka (pemerintah) saya sudah dibantai habis, enggak mau," kata Aryanto.

Saat ini, alat Nikuba termuan Aryanto itu telah mendapat kesempatan untuk dikenal dunia internasional. Dia bahkan menyebut antusiasme di Milan pada karyanya sangat tinggi.
Sejumlah pabrikan otomotif asal Italia belum lama ini mengundangnya untuk datang mempresentasikan inovasi temuannya tersebut. Aryanto bersama dengan timnya berangkat ke Milan pada 16 Juni dan mempresentasikan penemuannya pada 18 Juni lalu.
Saat sampai di sana, Aryanto mengaku kaget ketika bertemu dengan seorang pria yang mengaku dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
" Waktu saya di Milan seminggu itu saya kaget kok ada orang BRIN datang ke situ. Jadi saya sempet kaget kok ada orang BRIN sampai sini sedangkan dulu membantai saya habis-habisan kan. Kok tahu-tahu ada di Milan," kata Aryanto.
Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, pihaknya memiliki berbagai fasilitas riset yang bisa dipakai tidak hanya oleh kalangan akademisi maupun industri, tetapi juga individu termasuk Aryanto.
" BRIN punya fasilitas yang kami sediakan untuk seluruh fasilitas periset di Tanah Air, baik itu di kampus termasuk juga personal seperti yang membuat Nikuba. Itu salah satu yang sedang kami ajak supaya bisa dibuktikan secara saintifik, itu dulu nomor satu," terangnya.

Handoko menyampaikan keinginannya agar penemu Nikuba dapat menyempurnakan inovasinya bersama-sama. Mengingat Nikuba merupakan bahan bakar berbasis hidrogen yang punya banyak variasi dan temuan.
Sementara itu, Aryanto mengaku jika hasil temuannya itu telah sempurna, ia berencana akan menjual Nikuba dengan harga Rp15 miliar. " Itu mau saya tawarkan Rp15 miliar," katanya.
sumber: Otosia.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam