Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Liputan6.com/Abramena
Dream - Seorang pria bernama Abdul Muhjib dari Karawang, Jawa Barat membuat heboh di wilayahnya karena mengaku sebagai nabi. Pernyataan sebagai nabi juga itu sempat dilontarkan Muhjib pada 2016 silam.
Ketika mengaku sebagai nabi palsu itu, Muhjib menyatakan hendak mengubah kalimat syahadat. Selama mengaku sebagai nabi, Muhjib telah memiliki lima pengikut.
Selain ingin mengganti kalimat syahadat, Muhjib juga menjual tiket masuk surga seharga Rp2 juta. Kini, polisi telah menangkap Muhjib dan kelima pengikutnya dengan tuduhan penistaan agama.
Pada 2008 lalu, Muhjib diketahui mengalami gangguan jiwa dan pernah menjalani pengobatan di Desa Karokrok, Kecamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat pimpinan Ghani.
" Sebenarnya bukan anggota atau jamaah. Dia di sini dulu pernah menjadi pasien selama dua minggu, karena mengalami gangguan jiwa," kata Ghani dikutip dari laman Liputan6.com, Jumat 16 November 2018.
Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rafani Achyar menduga ajaran sesat yang dibawa oleh Muhjib ini berasal dari Subang. Meski demikian, MUI Jawa Barat masih menyelidiki siapa guru Muhjib yang menyebarkan ajaran sesat itu.
Akibat peristiwa itu, warga kemudian menghancurkan rumah yang diduga juga sebagai tempat menyebarkan ajaran sesat yang biasa dilakukan oleh Muhjib. Rumah tersebut sudah ditempati Muhjib sejak 2008 lalu.
(Sumber: Liputan6.com/Abramena)
Dream - Beberapa minggu yang lalu, masyarakat masih dikejutkan dengan kemunculan pria yang mengaku nabi dan menawarkan tiket ke surga dengan harga Rp2,5 juta. Pria berinisial AM itu akhirnya dilaporkan warga ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karawang.
Tetapi, fenomena serupa tak hanya terjadi di Indonesia. Di berbagai belahan dunia lain, banyak fenomena mengenai kemunculan nabi palsu.
Melihat banyaknya fenomena itu, diteliti oleh seorang dosen asal Fakultas Filsafat UGM Agus Himmawan Utomo. Melalui penelitian doktoral berjudul 'Konsep Kenabian Perspektif Perennialisme Frithjof Schuon:Relevansinya dengan Kehidupan Keberagamaan di Indonesia', dia berhasil menguak sisi filosofis dari fenomena nabi palsu itu.
Menurut dia, klaim kenabian kerap memunculkan masalah di lingkungan masyarakat karena logika yang menuntut pengakuan untuk menerima. Padahal, sebetulnya, kemunculan nabi itu harusnya saling melengkapi dan menguatkan pesan yang intinya sama karena berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.
“ Inilah substansi kenabian yang bersifat abadi,” kata Agus, dikutip Dream.co.id dari laman ugm.ac.id, Jumat, 12 Agustus 2016
Dream - Dalam konteks keindonesiaan, ketika ada seorang yang mengaku nabi, ada pesan tidak konsisten dengan pesan nabi terdahulu. Oleh karena itu, kata Agus, nabi palsu itu diragukan dan mendapat penolakan.
“ Begitupun kesesuaian praktik-praktik keagamaan yang diajarkan para nabi haruslah sesuai dengan nilai-nilai luhur ilahiah,” ucap dia.
Bentuk atau wujud kenabian itu beragam dan berjenjang. Tetapi, kata Agus, substansinya satu dan sama.
Bahkan, menurut Agus, dalam tiap tradisi agama muncul bentuk kenabian yang berbeda baik istilah maupun konsepnya. Kemunculan nabi itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakatnya.
“ Apa yang dibutuhkan di tiap masa dan komunitas sangat mungkin berlainan dalam hal yang menjadi problem dan perhatian utamanya,” katanya
Hasil dari penelitian Agus itu berkesimpulan singkat. Dia mengatakan, selama tidak ada yang menjunjung nabi palsu melebihi batas kemanusiaannya, maka tidak akan menjadi masalah.
" Tetapi manakala muncul individu-individu yang diagung-agungkan dan dipatuhi melebihi kepatuhan dan ketundukan pada Yang Ilahi maka yang muncul adalah sebuah problema besar," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya