Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Liputan6.com
Dream - Fakta baru kasus dugaan pembunuhan Yodi Prabowo kembali terungkap. Kini, polisi berhasil mengidentifikasi sidik jari dan DNA pada pisau yang berada di lokasi penemuan jasad editor Metro TV itu.
" Sidik jari yang ditemukan adalah sidik jari korban dan juga DNA korban sendiri," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 22 Juli 2020.
Meski demikian, tambah Yusri, penyidik dan tim forensik terus melakukan pemeriksaan terhadap seluruh alat bukti yang ada untuk secepatnya menguak kasus ini.
" Ini masih hasil sementara. Kami masih mendalami, oleh tim labfor masih terus melakukan pendalaman. Mudah-mudahan secepatnya akan kita sampaikan," ujarnya.
Menurut Yusri, pisau ditemukan di bawah jasad Yodi. Berdasar keterangan saksi, jasad Yodi dalam posisi tertelungkup saat ditemukan. Sebuah pisau ditemukan di bawah jasad, namun tidak menancap.
" Pada saat itu kondisi korban menurut keterangan saksi di awal dalam telungkup, di bawahnya ada pisau saat itu," kata Yusri.
Dia menambahkan, polisi telah menyortir keterangan dari 34 saksi. Dari hasil singkronisasi dengan temuan di lapangan, ada saksi yang mungkin akan diperiksa kembali.
" Ada yang bisa jadi saksi kunci di sini," kata dia.
Sementara itu, tim dokter forensik yang melakukan otopsi jasad Yodi Prabowo juga menyatakan tidak ada luka yang diakibatkan pukulan benda tumpul. Yusri menyebut, luka yang ditemukan hanyalah luka tusukan benda tajam serta sayatan.
" Ini yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ujar dia.
Namun, tambah Yusri, masih terlalu dini untuk menyimpulkan kematian Yodi akibat aksi bunuh diri. " Belum bisa disimpulkan ke sana," ucap Yusri.
Dream - Polisi akhirnya mengungkap teka-teki rambut yang di lokasi penemuan jasad editor Metro TV, Yodi Prabowo. Rambut yang semula diduga milik pelaku pembunuhan itu dipastikan milik Yodi.
" (Hasil labfor terkait temuan rambut) itu rambut punya korban," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 21 Juli 2020.
Meski demikian, hasil itu tak menyurutkan polisi untuk mengungkap kasus pembunuhan itu. Tubagus bahkan mengatakan bahwa penyelidikan kasus ini sudah menemukan titik terang.
" Ada gambaran, tapi nantilah, belum saatnya," kata dia.
" Gambaran sih pasti ada karena kan penyelidikan terus maju dan berkembang. Tapi hasilnya? Belum. Nanti akan saya sampaikan hasilnya, belum sekarang," pungkas Tubagus.
Sebelumnya, polisi menemukan rambut di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi tak mau berspekulasi sehingga memeriksa rambut itu ke laboratorium.
Namun, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan rambut itu milik Yodi.
Dream - Adik kandung Yodi Prabowo pernah didatangi almarhum editor Metro TV itu melalui mimpi. Pengakuan itu disampaikan oleh sang ayah, Suwandi.
" Adiknya, Dimas, pernah dua kali berturut-turut memimpikan kakaknya," ujar Suwandi, diktuip dari Liputan6.com, Selasa 21 Juli 2020.
Menurut dia, dalam mimpi Dimas, Yodi Prabowo tidak berkata apa-apa. Yodi berperilaku seperti kesehariannya. Dalam mimpi adiknya itu, Yodi tengah pulang kerja.
" Kayak orang pulang kerja saja. Parkirin motor, standarin motor, masuk rumah terus ke kamar, gitu saja," tutur Suwandi.
Suwandi menganggap mimpi itu terjadi karena Dimas sangat rindu dengan Yodi Prabowo.
Polisi Yodi Prabowo meninggal dunia akibat luka tusuk senjata tajam yang mengenai jantung. Bekas luka ditemukan saat tim dokter Rumah Sakit Polri Kramat Jati mengotopsi jasad Yodi Prabowo.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Irwan Susanto menerangkan, Yodi Prabowo diduga sempat dianiaya sebelum ditemukan tak bernyawa di pinggir Tol Jorr Pesanggrahan.
" Menurut hasil autopsi kami menilai bahwa diduga ada penganiayaan sebelumnya," kata dia di Jakarta Selatan, Sabtu 11 Juli lalu.
Irwan membeberkan sekujur tubuh Yodi Prabowo dipenuhi luka akibat senjata tajam maupun benda tumpul.
" Luka di bagian dada sebelah kiri, kemudian ada luka di bagian leher akibat benda tajam. Kemudian dari antara lengan dengan leher ada lebam yang diduga akibat benda tumpul," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya