Bukti Ilmiah Mengapa Nyamuk Tak Bisa Sebarkan Virus Corona

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Rabu, 22 Juli 2020 07:01
Bukti Ilmiah Mengapa Nyamuk Tak Bisa Sebarkan Virus Corona
Menurut penelitian, virus SARS-CoV-2 tidak dapat disebarkan oleh nyamuk, meski sudah disuntikkan.

Dream -Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Maret lalu memastikan tak mendapat informasi atau bukti yang menunjukkan virus corona Covid-19 dapat ditularkan melalui perantara nyamuk. Kini bukti lebih kuat diungkapkan para peneliti dari Amerika Serikat.

Ilmuwan di Kansas State University , melansir dari Nature Scientific Report, menyatakan virus corona yang menyebabkan SARS dan MERS menghasilkan tingkat virus yang relatif rendah dalam darah. Hal ini berbeda dibandingkan dengan tingkat yang dihasilkan ketika nyamuk terinfeksi demam berdarah. 

Dalam percobaan laboratorium, para peneliti memastikan bahwa SARS-CoV-2 tidak dapat menginfeksi nyamuk.

" Kami melakukan segala hal untuk membuat nyamuk terinfeksi. Namun ternyata memang tidak ditemukan bukti bahwa nyamuk dapat menularkan virus corona. Bahkan dalam kondisi yang ekstrem," ungkap Stephen Higgs, direktur Biosecurity Research Institute, Kansas State University.

1 dari 3 halaman

Apakah Nyamuk dapat Terinfeksi?

Jika replikasi terjadi, harus ada tingkat virus yang cukup dalam darah untuk menunjukkan fakta bahwa nyamuk dapat terinfeksi corona.

" Semakin banyak virus dalam darah maka semakin besar kemungkinan nyamuk terinfeksi," kata Higgs.

“ Tetapi tidak semua jenis nyamuk rentan terhadap infeksi. Kami tidak tahu apa yang membuat beberapa nyamuk rentan dan yang lainnya resisten,” tambah Higgs.

 

2 dari 3 halaman

Tiga Jenis Nyamuk Jadi Tes Percobaan

Percobaan dilakukan pada tiga spesies nyamuk yakni Aedes aegypti, Aedes albopictus dan Culex quinquefasciatus.

Pada spesies nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, keduanya merupakan nyamuk yang membawa penyakit demam berdarah, chikungunya, demam Zika, dan demam kuning.

Sedangkan spesies Culex quinquefasciatus menyebarkan virus yang menyebabkan filariasis limfatik dan beberapa jenis ensefalitis.

Setelah diteliti, ketiganya sama sekali tidak dapat menularkan virus corona. 

 

3 dari 3 halaman

Pada percobaan yang dilakukan, nyamuk harus memakan darah yang memiliki virus, agar dapat terinfeksi.

" Daripada memberikan darah yang terinfeksi, kami sebenarnya menyuntikkan virus ke nyamuk," kata Higgs.

Menurutnya, penyuntikan virus corona ke nyamuk dilakukan karena merupakan tes ekstrim kerentanan nyamuk terhadap virus.

" Jika virus tidak tumbuh ketika disuntikkan maka kami meyakini jika nyamuk menggigit seseorang dengan banyak virus dalam darah mereka, maka mereka tidak akan terinfeksi, ”katanya.

 

Sumber The Indian Express

Beri Komentar