Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Istri Dinyatakan Meninggal Setelah Hilang 30 Tahun, Suami Setia Menanti, Usia 86 Tahun Bertemu Lagi (Shutterstock)
Dream - Seorang wanita yang dinyatakan meninggal setelah menghilang 30 tahun akhirnya ditemukan dalam kondisi hidup.
Wanita bernama Patricia Kopta itu kini menginjak usia 83 tahun. Patricia terakhir terlihat pada 1992 di Pittsburgh Pennsylvania. Saat itu polisi tengah menyelidiki kronologi kepergiannya.
Wanita tersebut dikenal sebagai pengkhotbah jalanan “ eksentrik” yang menggunakan nama “ Sparrow”.
Rupanya selama menghilang, Patricia tinggal di panti jompo. Ia menderita demensia, oleh sebab itu tidak ingat darimana ia berasal.

Suami Patricia, Bob, mengatakan mereka menikah selama 20 tahun sebelum sang istri menghilang.
Usai sang istri ditemukan kembali, Bob mengaku lega mengetahui Patricia tidak dibunuh.
“ Sungguh melegakan mengetahui bahwa dia tidak berbaring di suatu tempat atau dibunuh di suatu tempat,” katanya.
Bob menambahkan bahwa keluarganya menduga wanita itu berada di Puerto Rico tetapi dinyatakan meninggal sekitar 25 tahun yang lalu.

Pensiunan teknisi listrik itu juga mengatakan telah berkonsultasi dengan seorang paranormal tentang keberadaan istrinya.
Suaminya mengaku mengalami depresi selama bertahun-tahun saat wanita itu menghilang.
Namun secara bersamaan ia tidak dapat memungkiri rasa syukurnya mengetahui istrinya masih hidup dan dirawat.
“ Setelah 30 tahun, saya mencoba melupakannya. Sekarang saya bisa melupakannya. Kami tahu apa yang terjadi dan dia sudah dirawat sekarang,” katanya.
Sebelumnya, dokter kesehatan mental mendiagnosa Kopta dengan “ delusi keagungan” dan mengatakan dia memiliki tanda-tanda skizofrenia.
Polisi lantas meyakini Kopta melarikan diri dari negara karena khawatir akan dilembagakan akibat penyakit tersebut.
Diperkirakan ia bersembunyi di sekitar kota Naranjito, Corozal dan toa Alta di Puerto Rico Utara, tepatnya di barat daya ibu kota San Juan.

Kondisi kini membuat ia tidak dapat mengungkapkan apa yang sebenarnya tejadi. Rahasia hidupnya tersimpan rapat tanpa ada yang mengetahui.
Suaminya sendiri sangat ingin mengunjungi dan memeluknya untuk mengatakan cintanya. Namun wanita itu sudah tidak mengenali dirinya.
Laporan: Nur Rahma
Sumber: SKY News
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya