Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sel Sperma Manusia Yang Gambarnya Diperbesar Sebanyak 100 Kali Di Bawah Mikroskop (Foto: Shutterstock)
Dream - Kehamilan tak kunjung terjadi pemicunya bisa jadi banyak hal. Salah satu yang tak banyak diketahui adalah azoospermia, yaitu kondisi tidak terdapatnya sel sperma di cairan mani. Produksi air mani normal dan cukup banyak, tetap ternyata saat diperiksa tidak terdapat sel sperma di dalamnya.
Kondisi tersebut tentu saja tidak akan membuat kehamilan terjadi. Secara kasat mata, cairan semen yang dihasilkan oleh penderita azoospermia sama seperti cairan semen yang dihasilkan oleh pria normal. Akan tetapi jika diteliti dengan jelas, maka cairan semen dari penderita azoospermia tidak mengandung sel sperma seperti yang seharusnya.
" Azoospermia seringkali dianggap sebagai faktor kemandulan dari pria, karena pasangan dengan suami yang menderita azoospermia sulit untuk mendapatkan buah hati. Kondisi azoospermia bisa terjadi karena dua hal, yakni adanya ganguan pada proses menghasilkan sel sperma (non obstruktif azoospermia), atau karena adanya penyumbatan pada saluran keluarnya sperma (obstruktif azoospermia)," ungkap dr Ivan Sini, dokter infertilitas dari Bunda Morula.
Gangguan atau masalah pada proses produksi sperma (non obstruktif azoospermia) bisa diakibatkan oleh beberapa hal, seperti masalah hormonal, genetik, gaya hidup tidak sehat (merokok, alcohol, penggunaan obat terlarang, dsb.), kegagalan testis, serta varicocele (varises pada organ vital pria).
Sementara penyebab azoospermia obstruktif adalah kelainan kongenital (tidak adanya saluran vas deferens, sumbatan pada saluran epidydimis) atau kelainan yang didapat (karena infeksi, vasektomi dan disebabkan tindakan medis pada saluran reproduksi seperti operasi penurunan testis / orchidopexy , operasi hernia / herniotomy).
Untuk mengetahuinya harus dilakukan sederet pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik, tes hormon (FSH, LH dan testosteron) dan biopsy (mengambil sampel testis). Dari pemeriksaan tersebut hasilnya akan menentukan tindakan yang akan diambil oleh dokter. Informasi selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya