Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Shutterstock.com
Dream - Setiap maskapai penerbangan tentu punya aturan tentang berat maksimal barang yang boleh dibawa oleh penumpang. Ketika melebih ketentuan yang berlaku, barang penumpang itu harus masuk ke dalam bagasi setelah membayar tarif yang nilainya cukup signifikan.
Ketentuan inilah yang membuat oknum penumpang berusaha mengakali aturan itu agar barang bawaannya bisa dibawa dengan gratis. Berbagai cara dilakukan untuk membawa barang dengan gratis sekaligus bisa mengelabui petugas.
Pikiran serupa juga terbesit di pikiran pria bernama Ryan. Dia mencoba menghindari kelebihan bagasi dalam penerbangannya dari Islandia ke Inggris dengan cara tak lazim namun pernah diterapkan beberapa penumpang.
Trik yang digunakannya adalah memakai pakaian berlapis-lapis agar bawaannya tidak mencapai batas maksimal bagasi.
Ryan saat itu memakai delapan lapis celana dan sepuluh kemeja pada hari penerbangan tersebut.
Rupanya aksi yang semula dikira cerdik berbuah pahit. Ryan ditolak oleh British Airways saat hendak boarding.
Kecewa karena triknya gagal, Ryan mencoba mencari simpati dengan membagikan dua video ke Twitter tentang perlakuan maskapai yang menolaknya untuk terbang.
Ryan mengungkapkan bahwa maskapai menangkapnya ketika menolak untuk pergi. Tudingan yang tentu saja dibantah pengelola maskapai karena punya sisi cerita yang berbeda.
Pihak berwenang yang mewakili British Airways menyatakan tindakan Ryan yang tidak sopan membuat pilot memutuskan untuk menurunkannya dari maskapai.
Mengalami kejadian tidak mengenakan, akhirnya Ryan meninggalkan bandara dan kembali lagi keesokan harinya untuk penerbangan lain yang ia pesan. Kali ini dia tak bermaksud mengelabui maskapai dengan trik yang semula dianggap cerdik.
Namun harapan tak sesuai keinginan. Dia tetap ditolak untuk terbang karena kejadian sebelumnya.
Penolakan yang membuat Ryan terjebak di Bandara tanpa uang dan koper yang sudah terlanjut diterbangkan ke Inggris. Meski uang tiket pesawat dikembalikan, Ryan kini menghadapi masalah baru berupa tekanan mental.
(Sah, Sumber: Indiatimes)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya