Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Festival Al-Quran Tua Dari Kulit Kayu Di NTT (Foto: Instagram/@nightliciuss)
Dream - Ratusan warga Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), ikut hadir menyaksikan pagelaran festival Alquran tua yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2020.
Acara bermakna religius itu untuk memperlihatkan sebuah Alquran berusia ratusan tahun yang terbuat dari kulit kayu kepada masyarakat.
Lantunan sholawat dari ratusan orang yang hadir turut mengiringi perjalanan Alquran bersejarah itu ke tempat penyimpanannya. Hal tersebut tentu membuat siapa saja yang mendengarnya terharu dibuatnya.
Penasaran seperti apa kisah selengkapnya? Simak ulasannya berikut ini.
Dilansir akun Instagram @nightliciuss, ia membagikan sebuah video yang merekam pagelaran festival Alquran tua tersebut. Masyarakat juga terlihat sangat antusias melihat prosesi festival.

Alquran bersejarah itu selama ini dijaga oleh Nurdin Gogo yang merupakan keturunan ke-14 dari Sultan Lang Gogo.
Alquran tersebut dibawa ke Alor sekitar tahun 1500-an dan tersimpan di pulau Ternate. Sekarang ini, Alquran itu sengaja dibawa ke Alor Besar untuk ditunjukkan kepada masyarakat.

Dalam video itu, tampak masyarakat sangat antusias menyaksikan festival tersebut. Ratusan orang berkumpul untuk menyaksikan arak-arakan Alquran bersejarah itu.
Tampak dalam video, Nurdin Gogo membawa Alquran yang diselimuti dengan kain putih dengan kedua tangannya.
Masyarakat yang hadir dalam acara tersebut tampak menggunakan busana muslim yang dipadukan dengan kain tenun khas Alor.

Sepanjang Alquran diarak menuju tempat penyimpanannya, ratusan masyarakat mengiringinya dengan melantunkan sholawat nabi.
Suara ratusan orang yang membaca pujian untuk nabi tersebut membuat suasana menjadi haru. Tak sedikit masyarakat bahkan sampai menitikkan air mata.
" Suara sholawat dari ratusan orang yang hadir, mampu membuat merinding dan meneteskan air mata," tulis keterangan unggahan.

Meskipun sudah berusia ratusan tahun, Alquran yang terbuat dari kulit kayu itu rupanya masih dalam kondisi yang terjaga dengan baik.
Bahkan, tulisan-tulisan di atas kulit kayu yang sudah tua itu masih bisa terbaca dengan sangat jelas.
Setelah video itu dibagikan, banyak warganet mengaku merasa senang karena bisa turut menyaksikan wujud Alquran kuno di Indonesia yang berusia ratusan tahun tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya