Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Seorang wanita yang bekerja di sebuah klub malam di Maroko mengungkapkan tentang pesta liar yang dilakukannya bersama para seikh kaya.
Maroko sering dianggap sebagai negara konservatif yang tidak menerima adanya perubahan baru. Dan pertunjukkan dengan pakaian terbuka ditempat umum merupakan larangan di Maroko.
Namun, hal itu justru dipatahkan oleh Sara Retali. Ia bekerja sebagai penari yang menggunakan pakaian terbuka dan menampilkan gerakan yang erotis.

Wanita yang berusia 29 tahun itu sangat menyukai pekerjaannya sebagai penari. Ia dihujani banyak uang oleh para seikh kaya yang berasal dari Arab, dan mengunjungi Maroko saat libur mereka.
“ Saya orang Latin, dan salah satu ciri khusus orang Latin adalah kami memiliki jiwa yang bahagia. Kami suka menghibur, kami suka menari, kami suka bersenang-senang. Menari benar-benar hasrat saya,” ungkap Sara.

Meskipun sebagian besar masyarakat di Maroko masih bersifat konservatif, namun semuanya berubah saat mendatangi klub malam di Maroko.
Sara mengungkapkan, “ Negara Ini memiliki budaya yang sangat ketat dalam hal tarian eksotis, tetapi saya menemukan pekerjaan di klub malam yang sangat eksklusif.”
“ Itu adalah pengalaman yang sangat gila, karena saya tidak tahu bagaimana berbicara bahasa Arab, saya juga tidak tahu bahasa Prancis,” lanjut Sara.
Kedua bahasa tersebut menjadi bahasa yang sering digunakan di Maroko. Namun bagi Sara, ia beruntung karena bahasa tubuh sangat berguna. Ia dapat berkomunikasi dengan para kliennya hanya dengan bahasa tubuh.
Bahkan tak butuh waktu lama bagi Sara untuk membangun reputasinya di klub malam. Orang-orang pun menyebut Sara dengan ‘Bom Latin’ sebuah julukan yang diberikan kepadanya karena lekuk tubuhnya yang begitu indah.
Meskipun Sara dikelilingi oleh uang, namun Sara bersikeras tak pernah menawarkan untuk berhubungan intim sebagai imbalannya.
“ Belum pernah saya melihat pesta dari para jutawan gila seperti itu. Mereka seakan membawa segunung uang,” Sara menggambarkan bagaimana para seikh dari Arab itu.

Meskipun Sara menikmati pengalamannya selama menjadi penari di klub malam, namun ia akhirnya memilih berhenti setelah sempat berselisih dengan atasannya.
Ia pun memutuskan untuk pindah ketempat lain, seperti Portugal, China, Belanda, Spanyol, Brazil, hingga Mesir.
Satu hal yang selalu membuatnya berhasil dalam pekerjaannya adalah bagian bokongnya. Bagian tubuhnya tersebut selalu menarik perhatian siapapun dan dimanapun ia berada.
“ Bagian tubuh ini membuat saya melintasi banyak negara. Dan selalu berhasil menarik perhatian siapapun. Untuk itu saya sangat berterimakasih kepada ibu saya,” ungkap Sara.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya