Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Anak Tewas Setelah Terkunci Di Dalam Mobil Selama 10 Jam. (Foto: Shanghaiist)
Dream - Seorang anak berusia 4 tahun ditemukan tewas setelah ditinggalkan di dalam mobil oleh ayahnya selama 10 jam di tempat kerjanya.
Insiden yang memilukan ini terjadi di Bukit Makmur, Sungai Lalang, Sungai Petani, Malaysia pada Kamis, 13 Agustus 2020.
Kejadian itu baru diketahui oleh ayah korban yang berprofesi sebagai sopir truk saat hendak pulang pada pukul 18.20 waktu setempat.
Kepala Polisi Kuala Muda Asisten Komisaris Adzli Abu Shah mengatakan, korban berusia empat tahun itu diyakini berada di dalam mobil selama hampir 10 jam, dengan jendela tertutup dan mesin mobil dimatikan.
“ Sebelumnya, ayah korban yang berusia 30-an mengantar kakak korban ke Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Teluk Bayu, Sungai Petani pada pukul 07.30 sebelum menuju tempat kerja di Bukit Makmur, Sungai Lalang," kata Adzli.
Tapi rupanya ayah korban lupa, dia juga mengajak anaknya yang berusia 4 tahun yang saat itu tidur di jok belakang.
“ Seharusnya korban sudah diantar ke rumah neneknya di Kampung Bukit, Sungai Pasir sebelum pria itu berangkat kerja,” ujarnya.
Adzli menuturkan, setelah sampai di tempat kerja, ayah korban kemudian bekerja dengan mengendarai truk ke beberapa daerah sebelum kembali ke pabrik pada pukul 16.30.
Dia mengatakan, setelah kembali ke pabrik, ayah korban langsung masuk ke kantor dan mengurus pekerjaannya.
Namun saat hendak pulang, ayah korban melihat anaknya sudah tidak sadarkan diri di jok belakang mobil.
“ Dia langsung membuat panggilan darurat untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, anak tersebut dipastikan sudah meninggal,” ujarnya.
Adzli mengatakan, jenazah korban dibawa ke Bagian Forensik RS Sultanah Bahiyah, Alor Setar untuk diautopsi.
(Sumber: World of Buzz)
Dream - Nasib nahas dialami dua bocah asal Dusun VII Silau Barat, Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Dwi Isaputri, 5 tahun dan Meila Paramita, 2 tahun.
Dua bocah yang merupakan buah hati pasangan Suwarno, 28 tahun dan Dewi Sartika Situmorang, 29 tahun, itu tewas terbakar saat bermain dalam mobil rongsokan.
Dikutip dari Pojoksatu, insiden itu terjadi pada Selasa, 19 Maret 2019 sekitar pukul 09.00 WIB. Dua bocah itu ditemukan tak bernyawa di dalam mobil rusak yang terbakar di gudang milik tetangganya bermarga Bangun.
Sebelumnya, dua bocah itu bermain di dalam mobil rusak tersebut. Secara tiba-tiba, mobil yang sudah jadi rongsokan itu terbakar.
Diduga, kedua bocah itu panik sehingga tidak bisa keluar mobil. Akibatnya, keduanya meregang nyawa.
Tidak ada satupun masyarakat yang menyadari kematian dua bocah itu. Mereka kemudian bersama-sama memadamkan api yang membakar gudang itu.
Ketika api sudah padam, barulah mereka tahu ada dua bocah di dalam mobil rusak. Keduanya sudah tewas dalam kondisi terbakar.
Salah satu warga, Budi, mengatakan dia bersama warga lainnya tidak tahu ada bocah di dalam mobil. Bahkan, kata dia, orangtua dari dua bocah itu turut memadamkan api.
" Setelah api padam, kami baru mengetahui kalau di dalam mobil ada dua anak dengan posisi Dwi duduk di jok sebelah kiri dan adiknya (Meila) dalam keadaan telungkup di bawah kaki kakaknya," kata Budi.
Kapolsek Prapat Janji, Ajun Komisaris Nasib Manurung, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan penyelidikan masih digelar untuk mengetahui penyebab kebakaran itu.
" Benar, ada dua anak yang tewas, kakak beradik. Penyebabnya masih dalam penyelidikan. Tapi di dalam mobil ditemukan mancis (korek api gas)," kata Nasib.
Dua jenazah bocah itu dibawa ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk keperluan otopsi.
(ism, Sumber: Pojoksatu.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya