Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mitsue Toyoda (http://supersmashbrosbowl.wikia.com/)
Dream - Sekelompok ilmuwan meneliti gen 17 orang yang berusia lebih dari 110 tahun. Para peneliti ini ingin mengetahui apakah ada gen yang memungkinkan manusia bisa berumur panjang.
Sebagaimana dikutip Dream dari laman ABC International, dalam laporan yang dimuat Jurnal PLOS One, para peneliti tidak menemukan gen yang dimaksud.
“ Ada hal istimewa yang dimiliki kelompok orang yang berusia panjang ini, yang berbeda dengan kebanyakan orang,” jelas Profesor Stuart Kim, salah seorang anggota tim peneliti.
Salah seorang yang diteliti bernama Leila Denmark. Perempuan ini masih terus bekerja hingga usia 106 tahun. Dia meninggal dunia pada usia 116 tahun.
“ Saya pikir ia memiliki jam kehidupan yang lebih lambat dibandingkan kebanyakan dari kita,” jelas Kim.
Namun demikian, para peneliti tidak menemukan bukti penting mengenai gen langka atau gen varian di kalangan supercentenarian –kelompok orang yang hidup di atas 110 tahun.
Meski belum menemukan gen tersebut, para peneliti masih yakin dengan adanya komponen gen yang membuat para supercentenarian hidup lebih panjang.
Hasil penelitian ini menyebutkan, gen yang paling mendekati kemungkinan sebagai `gen umur panjang` adalah gen yang disebut TSHZ3. Sebab, gen ini merupakan pembawa protein paling kaya dalam tubuh para supercentenarian.
Namun ketika gen TSHZ3 diteliti lebih jauh di kalangan orang berusia antara 98 dan 105 tahun, ternyata tidak terdapat perbedaan sama sekali. Artinya, orang di kelompok usia ini pun memiliki gen TSHZ3.
Uniknya lagi, selama penelitian ditemukan bahwa salah seorang supercentenarian ternyata memiliki mutasi gen yang diketahui bisa menyebabkan kematian mendadak. Namun mutasi gen tersebut tidak menimbulkan apa-apa bagi responden itu selama menjalani 110 tahun kehidupannya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya