Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Menikah 2 Hari Lalu Cerai, Gadis Ini Dihujat Gegara 17 Tahun Sudah Jadi Janda
Dream - Pernikahan sebaiknya dilakukan atas dasar cinta dari dua individu. Meski begitu, beberapa keluarga di sejumlah daerah masih memegang teguh prinsip perjodohan.
Perjodohan biasa dilakukan karena adanya kebiasaan turun temurun ataupun adanya perjanjian antara dua keluarga. Apapun alasannya, perjodohan lebih sering berakhir dengan tidak baik.
Seperti kisah perjodohan gadis 17 tahun asal Malaysia ini. Ia harus menanggung malu dan dihujat tetangga karena menjadi janda di usia 17 tahun.
Dilansir mStar, gadis bernama Noranah Roni memutuskan untuk bercerai dari suaminya padahal umur pernikahan mereka baru dua hari.
“ Saya menikah karena kehendak keluarga, jadi saya dengan berat hati menyetujui situasi saat itu. Bagi saya, keluarga adalah prioritas dalam hidup, jadi saya tidak ingin mengecewakan mereka,” ujar Roni.
Roni dan suami menikah pada 6 Juni 2022. Mengaku tidak saling mencintai, Roni dan suami memutuskan bercerai dua hari setelah pernikahan digelar.

“ Kami bercerai karena itu pilihan kami, keinginan keluarga untuk menikah juga telah diikuti,” tuturnya.
Roni mengatakan, keputusan cerai itu telah disetujui oleh keluarga kedua belah pihak. “ Alhamdulillah semua setuju dan kami menganggap semua yang terjadi adalah takdir,” ungkapnya.

Meski begitu, komentar negatif dan cemooh pastinya tak lepas dari perceraian tersebut. Roni mengaku mendapat berbagai kalimat negatif dari orang-orang di sekitarnya, terlebih dari mereka yang tidak paham betul mengenai situasi yang ia dan pasangan alami saat itu.
Roni dianggap sebagai aib keluarga bagi beberapa masyarakat sekitar karena telah bercerai dan menjadi janda di usia yang sangat muda.
“ Kata-kata negatif terdengar, tapi saya bersyukur karena ada juga yang memberi semangat. Ada yang mempertanyakan mengapa saya menikah karena saya terlalu muda. Terserah, saya menolak untuk menganggap serius kata-kata itu,” terangnya.
Roni mengaku menolak untuk dipanggil sebagai janda, mengingat umur pernikahannya yang sangat dini. Dirinya bahkan belum pernah tinggal bersama mantan suaminya serta merasakan rumah tangga.
“ Dalam waktu yang sangat singkat, dalam dua hari saya bercerai. Saya bahkan tidak mengerti mengapa saya membutuhkan label janda,” kata Roni.
Mengenai masa depan, Roni mengaku ingin mendapatkan pekerjaan. “ Saya ingin mencari pekerjaan sendiri karena sekarang saya hanya mengurus toko ibu saya di desa,” lanjutnya.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?