Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Bertemu Dengan Bos Alibaba, Jack Ma. (Sumber: Facebook Luhut Binsar Pandjaitan)
Dream – Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan pimpinan Alibaba Group, Jack Ma, membuat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, terkesima. Luhut terpukau dengan reaksi Ma ketika dipuji Jokowi.
Dilansir dari akun Facebook resminya, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut Jokowi bertemu dengan Ma di Hangzhou, Tiongkok. Pertemuan Jokowi dengan orang terkaya Negeri Tiongkok itu diabadikan dengan telepon genggamnya.
Ketika itu, Jokowi memuji kehebatan Ma yang membuat Alibaba menjadi perusahaan yang sukses.
“ Kemudian Jack mengatakan, ‘Apapun yang hebat ini sebenarnya bukan karena saya, tapi karena team work. Kami bekerja dalam team work. Itulah yang bisa membuat jadi begini’,” tulis Luhut dalam akun Facebook-nya, Selasa 6 September 2016.
© Dream
Dream - Jawaban tersebut, sontak membuat menteri yang saat ini menjabat Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terpukau.
“ Di momen ini saya melihat bagaimana Jack sangat rendah hati,” kata dia.
Saat itu, Ma berujar menjadi orang terlalu kaya bisa membuat orang-orang lain iri dan membuat gap semakin tinggi. Bagi orang terkaya di dunia ke-33 versi Forbes ini, memang tak ada yang salah jika seseorang menjadi kaya.
Ma, kata Luhut, juga berpendapat adalah hal yang salah kalau menjadikan diri sendiri menjadi kaya. Untuk itu, dia berusaha “ membesarkan” masyarakat. Itulah yang membuat Luhut mengajak masyarakat mencontoh kerendahan hatinya itu.
“ Yang bisa kita contoh dari hidup adalah kesederhanaannya dan spirit-nya dalam membangun team work. Tidak ada yang aneh dengan kesuksesan yang diperoleh berdasarkan kerja tim,” kata dia.
© Dream
Dream - Siapa yang tidak kenal dengan Alibaba? Berkat tangan dingin miliarder Tiongkok, Jack Ma, perusahaan perdagangan elektronik (e-commerce) ini berhasil menjadi raksasa perusahaan di Tiongkok.
Namun, sejatinya, Ma justru menyesal telah membesarkan Alibaba. Lho, kok?
Dilansir dari Shanghaiist, Selasa 28 Juni 2016, dalam sebuah wawancara acara 20th St. Petersburg International Economic Forum, Ma mengatakan membesarkan Alibaba adalah suatu kesalahan. Sejak perusahaan itu berdiri, Ma kerap dirundung masalah.
" Kesalahan terbesar saya adalah membuat Alibaba," kata dia.
Awalnya, lanjut Ma, dia hanya berencana untuk membuat bisnisnya kecil-kecilan. Tapi, dia tak menyangka usahanya akan tumbuh besar seperti ini. Sejak bisnisnya membesar, diakuinya dirinya menjadi lebih sibuk, bahkan kesibukannya melebihi kesibukan seorang presiden.
" Setiap hari saya sibuk seperti presiden dan saya tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki kehidupan," kata mantan guru ini.
Bahkan, Ma mengatakan, jika ada kesempatan kehidupan kedua, dia akan memilih tak berkecimpung di usaha seperti Alibaba.
" Jika punya kesempatan di kehidupan kedua, saya tidak akan berbisnis seperti ini. Saya ingin menjadi diri sendiri, saya ingin menikmati hidup," kata dia.
© Dream
Dream - Jack Ma, pendiri dan CEO Alibaba Group, menjadi orang terkaya di China setelah perusahaannya melakukan IPO dengan nilai mencapai US$ 25 miliar pada September tahun lalu.
Tetapi hasil IPO yang fantastis tersebut ternyata tidak lantas membuat Ma bahagia. Dia mengaku lebih merasa bahagia saat bekerja setelah lulus kuliah.
Setelah lulus pada tahun 1988, Ma bekerja sebagai guru bahasa Inggris di sebuah universitas lokal di kampung halamannya di Hangzhou, China. Waktu itu, dia hanya berpenghasilan US$ 12 per bulan, menurut film dokumenter tentang hidupnya berjudul 'Crocodile in the Yangtze'.
Seperti dikutip dari Enterpreneur, Sabtu, 13 Juni 2015, ketika berbicara pada acara makan siang dengan Economics Club of New York, Ma menyebut periode tersebut sebagai 'kehidupan terbaik yang saya punya'.
" Bila Anda tidak memiliki banyak uang, Anda akan tahu bagaimana menghabiskannya (secara bijak)," Ma menjelaskan. " Tapi begitu Anda menjadi miliarder, Anda memiliki banyak tanggung jawab."
Menurut Ma, jika seseorang memiliki uang kurang dari US$ 1 juta, dia tahu bagaimana menghabiskan uang tersebut dengan baik.
" Tetapi jika punya US$ 1 miliar, itu bukan uang Anda. Uang yang saya miliki saat ini adalah tanggung jawab. Ini kepercayaan orang kepada saya." katanya.
Ma mengatakan dia merasa perlu untuk menghabiskan uangnya 'atas nama publik'.
" Saya menghabiskan dengan cara kami. Ini adalah kepercayaan," katanya.
Ini bukan pertama kalinya Ma berbicara tentang beban menjadi miliarder. Ketika berbicara pada sebuah panel di Clinton Global Initiative di New York, dia menganggap hari-harinya sebagai guru bahasa Inggris sebagai 'fantastis', CNN Money melaporkan.
Dia mengatakan orang dengan US$ 1 juta 'beruntung', tetapi ketika mencapai US$ 10 juta, 'Anda punya masalah'.
Setelah IPO, Ma mengatakan kepada CNBC bahwa dia mendapat tekanan yang datang bersama tanggung jawab. Apalagi sekarang dunia sedang fokus pada harga saham Alibaba.
" IPO tersebut hebat karena ... saya senang dengan hasilnya," katanya kepada CNBC. " Tapi jujur, ketika orang berharap terlalu tinggi pada Anda, Anda memiliki tanggung jawab untuk tenang dan menjadi diri sendiri."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya