Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Pertanian Sebut Petani Milenial Punya Peluang Lebih Besar Untuk Maju (Nur Rahma/Dream.co.id)
Dream - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, petani milenial punya peluang besar untuk menunjang kemajuan Indonesia. Bahkan Indonesia sudah menduduki negara terbesar ke empat di dunia pada sektor pertanian.
“ Sektor apa yang paling siap untuk menghadapi dan menunjang Indonesia besok lebih maju. Modal yang paling tersedia itu adalah pertanian dan itu di depan mata. Bukankah Indonesia merupakan negara ke empat terbesar di Dunia sesudah India, Amerika, dan China,” katanya dalam acara Agrinnovation Conference di Jakarta, Rabu 15 Maret 2023.
Menurutnya pertanian akan terus bertahan karena menjadi sumber kebutuhan hidup manusia. Tidak menutup kemungkinan juga menjadi lapangan kerja yang besar.
Hal itu dapat terealisasi jika semua pihak terlibat. Terutama petani-petani milenial yang lebih banyak memiliki kesempatan untuk maju dan mengembangkan bisnis .
Contoh nyata kesuksesan petani milenial yaitu Riza Azra yang sudah sejak lama dan sukses membudidayakan tanaman hias di beberapa provinsi.
Dari hasil pertanian itu Riza Azra berhasil menembus pasar internasional. Bahkan membuka banyak peluang kerja di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung dari tahun 2001 hingga saat ini sudah menghasilkan keuntungan sekitar Rp3 triliun.
Dia menambahkan, saat ini penting bagi petani untuk memanfaatkan kemajuan teksnologi. Dia berharap petani yang memiliki smartphone memanfaatkan teknologi misalnya melihat pangan yang dibutuhkan serta keadaan cuaca.
“ Petani kita yang memiliki smartphone harus dilatih untuk mengetahui kondisi kebutuhan konsumsi, bahkan masalah cuaca. Berarti teknologi dan mekanisasi sebagai bagian untuk meningkatkan gerakan,” katanya.
Laporan: Nur Rahma
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya