Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Kaligrafi Rasulullah Muhammad SAW (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Rasulullah Muhammad SAW adalah manusia yang sangat mulia. Setiap waktu yang dilaluinya digunakan untuk mematuhi perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
Sementara, Ramadan merupakan bulan penuh kemuliaan. Bulan ini memiliki derajat lebih tinggi dibanding bulan-bulan lainnya sepanjang tahun Hijriyah.
Namun demikian, Rasulullah lahir di bulan Rabi'ul Awwal. Bukan pada bulan suci Ramadan. Mengapa demikian?
Dikutip dari NU Online, kelahiran Rasulullah tidak berkaitan dengan bulan-bulan mulia. Justru kelahiran Rasulullah yang membuat sebuah bulan menjadi mulia.
Hal ini seperti dijelaskan oleh Sayyid Muhammad Ibn Alawi Al Maliki dalam kitab Adz Dzakhair Al Muhammadiyyah.
" Sesungguhnya kelahiran Nabi Muhammad berada di bulan Rabi' (awal) menurut pendapat yang shahih. Bukan di bulan Muharram, Rajab, Ramadan dan lain sebagainya dari bulan-bulan yang mulia. Karena Nabi Muhammad tidak mulia karena sebab masa atau waktu. Namun waktu-lah yang menjadi mulia sebab Nabi Muhammad lahir. Begitu pula tentang (kemuliaan) tempat. Jika Nabi dilahirkan di bulan-bulan (mulia) tersebut, bisa jadi akan menimbulkan persepsi, Nabi mulia gara-gara lahir di bulan mulia. Maka, Allah menciptakan kelahiran Baginda Nabi di bulan lain yang justru memberi pertolongan dan kemuliaan di bulan lain itu sendiri."
Pernyataan ini senada dengan pendapat Syaikh Az Zarqani dalam Al Mawahib Al Laduniyyah bil Minah Al Muhammadiyyah. Juga seperti pendapat Ibnu Hajar Al Haitami dalam Asyarful Wasail ila Fahmil Masail.
Artinya, kemuliaan Rasulullah bukan ditentukan dari kemuliaan bulan lahirnya. Karena kemuliaan itu berasal pribadi Rasulullah sendiri dan bukan faktor lainnya.
Pun demikian dengan tempat, Rasulullah tidak lahir di Kabah yang mulia. Tetapi, di kota Mekah yang penuh dengan penyembah berhala. Mekah justru menjadi kota mulia karena lahirnya Rasulullah.
Sama halnya dengan Madinah. Kota ini dipandang lebih mulia daripada Mekah karena Rasulullah menetap dan meninggal di Madinah.
(Sah, Sumber: NU Online)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam