Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Sumber: Mstar.com
Dream - DIbalik kesuksesan seorang suami, tentunya ada sosok istri yang akan selalu memberi dukungan dan semangat. Bahkan dalam keadaan terpuruk sekalipun.
Seorang istri yang setia akan selalu berada di samping suaminya dalam suka maupun duka. Seperti yang dilakukan oleh seorang wanita penjual pisang goreng yang satu ini.
Melansir Mstar, seorang guru bercerita tentang saat ia membeli pisang goreng yang dijual oleh seorang wanita, bersama dengan anaknya.
Wanita ini berjualan pisang goreng sambil menjaga anak-anaknya, ada yang ia suapi dan ada juga yang sedang membaca buku,
“ Saya membeli pisang goreng di warung bibi. Sambil Goreng pisang, dia menyiuapi salah satu anaknya sementara yang lain sedang membaca buku,” katanya.
Merasa penasaran, seketika guru dengan nama lengkap Mohamad Yusof Solehin bertanya kepada anaknya yang kuliah.
“ Kemana bapaknya?” tanya ia penasaran.
“ Ayah di rumah sakit bang, kena DBD,” jawabnya menerangkan.
Mendengar anaknya menjawab pembeli yang penasaran, sang ibu kemudian seperti memberi kode kepada anaknya untuk diam.
Kemudian, saat ingin membayar, guru yang bekerja di sebuah sekolah di Pasir Gudang, Johor itu mengambil kesempatan untuk memberikan uang kembaliannya kepada ibu penjual pisang.
Namun, ternyata sang ibu menolak pemberian tersebut, dengan alasan masih bisa berusaha untuk mencukupi kehidupannya.
“ Adik, sisa uangnya disimpan saya ya untuk yang lebih membutuhkan,” ucap sang bibi.
Namun, ternyata respon ibu penjual pisang membuat kagum Mohamad Yusof. Wanita ini bertekad untuk menjalani hidupnya meski kepala keluarga di rumahnya terbaring di rumah sakit.
“ Allahu Akbar, bibi ini hebat. Saat suaminya sakit, ia bertekad mencari nafkah untuk keluarganya,” tutur Yusof.

Dalam sebuah postingan di facebook, ia mengungkapkan bahwa bibi yang ia temui ini hanyalah salah satu dari banyaknya wanita yang berjuang demi keluarganya.
“ Bibi ini adalah satu diantara jutaan istri, bibi, perempuan, dan semua yang bergelar wanita yang sanggup banting tulang dan tenaga untuk mencukupi apa yang tak cukup untuk keluarga,” tulisnya.
Selain itu, ia juga mengutarakan perasaannya kagumnya yang rela bekerja keras saat suaminya sedang sakit.
“ Hanya Tuhan yang tahu bagaimana para ibu-ibu ini berjuang dengan pekerjaannya, lelah mengurus anak, suami, rumah tangga, bahkan terkadang menyisihkan waktu istirahat atau mengisi waktu untuk diri sendiri demi keluarga. Saya salut dengan kalian semua,” ungkapnya.
Melalui unggahannya itu, ia juga berpesan kepada semua lelaki agar menghormati perempuan dengan setinggi-tingginya.
“ Hormatilah perempuan tidak peduli siapapun mereka. Istri, ibu, saudara perempuan, ibu mertua, tunangan. Perempuan bukan untuk disakiti tetapi menempatkan mereka pada martabat tertinggi,” pungkasnya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya