Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Selama ini, hampir semua astronot adalah pria. Sementara hanya Rusia satu-satunya negara yang baru-baru ini mengirim astronot wanita setelah hampir beberapa dekade absen melakukannya.
Dan menurut seorang penulis ilmiah San Francisco, misi berawak pertama ke Mars harus dilakukan oleh wanita.
Bagi Kate Greene, wanita tidak terlalu banyak membutuhkan kalori dibandingkan pria sehingga menghemat sumber makanan. Dan hal itu menjadikan misi ke Mars lebih murah dan masuk akal.
Greene adalah salah seorang penulis yang mengikuti program simulasi tinggal di Mars dalam jangka waktu lama yang disebut proyek Hi-Seas (Hawaii Space Exploration Analog and Simulation).
Tujuan dari simulasi NASA ini untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari misi ke Mars.
Dalam simulasi itu, Mars digambarkan sebagai planet dengan sumber daya yang terbatas. Dengan begitu, para awak diharapkan bisa mencari cara untuk menyempurnakan tingkat keberlangsungan hidup.
Dari simulasi itulah, Greene sampai pada kesimpulan bahwa mengirim wanita ke Mars adalah jawabannya.
" Selama berminggu-minggu tiga wanita dalam misi itu menghabiskan lebih sedikit kalori dari ketiga pria," katanya.
" Padahal kami melakukan kegiatan yang sama, namun sistem metabolisme kami bekerja sangat berbeda."
Ditambahkan Greene, sangat jarang seorang wanita bisa membakar kalori lebih 2000 setiap harinya, sementara seorang pria bisa lebih dari 3000 kalori.
Perkiraan biaya untuk misi ke Mars sekitar US$ 100 miliar. Tapi Greene ingat kata-kata mantan kontraktor NASA, Alan Drysdale yang mengatakan astronot dengan tubuh kecil lebih menarik daripada pria bertubuh besar.
" Wanita dengan tubuh kecil bukan berarti lebih bodoh dari wanita tambun atau pria bertubuh besar. Jadi tidak ada alasan untuk memilih orang-orang dengan tubuh besar jika otak yang lebih dibutuhkan," kata Drysdale waktu itu.
Jadi, menurut Greene, lebih masuk akal jika mengirim wanita bertubuh kecil.
(Ism, Sumber: Daily Mail)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya