Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Misteri Desa Kurcaci, Semua Penduduknya Bertubuh Seperti Anak SD, Paling Tinggi Hanya 117 Cm
Dream - Dwarfisme merupakan kondisi langka dimana pengidapnya memiliki tubuh yang mungil. Penyebab umum dari kondisi ini ialah mutasi genetik yang mempengaruhi pertumbuhan tulang.
Menurut para ahli, setidaknya terdapat 1 kasus di antara 20.000 orang. Namun, kondisi langka terjadi pada salah satu desa ini. Pasalnya, hampir seluruh warga desa memiliki kelainan dwarfisme.
Desa tersebut terletak di sudut barat daya Kabupaten Tuzhong di Kota Neijang, China. Desa terpencil bernama Yangsi itu dikelilingi oleh pegunungan dan lautan.

Dilansir eva.vn, 40 persen penduduk desa Yangsi memiliki kelainan dwarfisme. Bahkan, desa ini dijuluki " desa kurcaci" .
Menurut para tetua desa, kondisi tersebut merupakan penyakit langka yang mulai menyerang penduduk sejak tahun 1951. Pada saat itu, anak-anak berusia 5-7 tahun berhenti bertumbuh.
Kecacatan fisik lainnya terjadi di beberapa anak. Sebuah sensus yang dilakukan di tahun 1985 menyatakan setidaknya ada 119 kasus kurcaci di Desa Yangsi.

Di tahun 2014, 36 dari 80 penduduk desa mengalami kelainan tersebut, dengan tinggi sekitar 64-117 cm.
Para ilmuwan yang penasaran dengan desa Yangsi datang untuk mempelajari air, tanah, serta biji-bijian di daerah tersebut.
Sebuah teori yang muncul menyatakan bahwa kadar merkuri yang tinggi di dalam tanah menjadi penyebab utama dari fenomena yang terjadi.

Teori lainnya mengatakan bahwa adanya kekuatan jahat yang menguasai Desa Yangsi.
Fengshui yang buruk juga disebut sebagai penyebabnya. Teori lainnya yang dipercaya menganggap bahwa fenomena desa Kurcaci terjadi karena nenek moyang yang tidak dimakamkan dengan benar.
Teori yang paling aneh yang dipercaya adalah seorang pria bermarga Wang yang menemukan seekor kura-kura hitam dengan kondisi kaki yang aneh.
Alih-alih melepaskannya, seorang warga memanggang dan mengkonsumsi kura-kura tersebut.
Teori terakhir yang dipercaya adalah gas beracun yang ditinggalkan oleh Jepang setelah adanya invasi Jepang ke China.
Meskipun banyaknya teori bermunculan, para ahli belum menemukan alasan ilmiah mengapa fenomena tersebut terjadi di Desa Yangsi. Selama beberapa tahun, para warga yang ketakutan dengan penyakit tersebut mulai meninggalkan desa.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya