Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Thesun.co.uk)
Dream – Membahas misteri Segitiga Bermuda memang tak pernah usai. Banyak teori berusaha menjelaskan keangkeran laut yang membentang dari Kepulauan Bermuda di Atlantik, Peurtorico, dan Florida di Amerika Serikat ini.
Beberapa waktu lalu mungkin Anda mendengar atau pernah membaca teori gas metana. Teori ini dikemukakan sejumlah ilmuwan untuk menjelaskan mengapa banyak kapal dan pesawat yang melintas di kawasan ini raib tanpa bekas.
Dengan membandingkan fenomena di Laut Barents, para ilmuwan meyakini penyebab raibnya kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda karena banyaknya gas metana yang mucul dari dasar laut.
Tapi kini muncul kabar baru. Dan Anda boleh percaya atau tidak, kabar kali ini menyebut sebuah tim penjelajah telah menemukan struktur raksasa di bawah Segitiga Bermuda.
Struktur apakah itu?
© Dream
Sejumlah laman luar negeri menulis kabar ini menyebut bahwa tim penjelajah itu mengaku menemukan struktur piramida raksasa di bawah laut Bermuda. Berita itu mengklaim piramida raksasa terbuat dari kristal dan terpendam di bawah Segitiga Bermuda.
Struktur raksasa itu diklaim memiliki ukuran hampir sama dengan Piramida Giza di Mesir. Dan uniknya lagi, seluruh struktur piramida ini tembus pandang alias transparan.
Struktur inilah yang disebut sebagai biang keladi raibnya pesawat dan kapal yang melintas.
© Dream
Laporan yang beredar di dunia maya menyebutkan struktur misterius di bawah laut itu ditemukan oleh seorang ahli kelautan bernama Dr Meyer Verlag. Dia mengklaim piramida itu bisa menjelaskan mengapa begitu banyak pesawat dan kapal yang hilang di Segitiga Bermuda.
“ Dr Verlag percaya bahwa penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap rahasia piramida itu bisa memberikan informasi lebih banyak mengenai kasus penghilangan misterius di Segitiga Bermuda,” demikian laporan Before It's News.
Verlag mengatakan, piramida tersebut terbuat dari bahan halus seperti kristal dan ukurannya tiga kali lebih besar dari Piramida Cheops.
" Dalam konferensi pers yang diadakan di Bahama, ilmuwan tersebut menyajikan sebuah laporan dengan koordinat yang tepat dari piramida itu, dan mencatat bahwa teknologi yang digunakan (untuk membangun piramida) tidak dikenal oleh ilmu pengetahuan modern."
© Dream
Sayangnya, seperti sebagian besar klaim tentang piramida bawah laut, penemuan ini diduga tidak benar. Tidak ada peneliti bernama Dr Verlag. Situs Snopes bahkan menaikkan artikel untuk menyangkal klaim keberadaan piramida kristal raksasa di bawah air.
" Sebelumnya ada klaim tahun 2012 yang menyatakan tim peneliti Amerika dan Prancis menemukan struktur bawah tanah yang naik dari dasar laut dan mengguncang dunia. Namun pencarian terhadap identitas atau informasi lain tentang 'tim peneliti' atau bukti artikel, foto, video atau apa pun itu tidak pernah ditemukan.”
" Satu-satunya misteri di sini adalah bagaimana para ilmuwan di seluruh dunia bisa terkecoh oleh sesuatu yang mereka belum pernah lihat dan yang hanya ada di dokumentasi fantasi para paranormal."
(Sumber: thesun.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya