Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Patung Yang Diklaim Sebagai Nyi Roro Kidul Di Nusa Dua, Bali (Liputan6.com/Dewi Divianta)
Dream - Warga di sekitar objek wisata Water Blow di Pulau Peninsula, Kawasan ITDC, Nusa Dua, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali digegerkan dengan penemuan patung Nyi Roro Kidul. Kemunculan patung tersebut dianggap misterius.
Patung itu terlihat pertama kali pada Minggu, 24 Mei 2020 pukul 16.00 WITA. Patung berukuran tinggi 30 sentimeter itu berdiri pada karang pada bibir pantai.
Kapolsek Kuta Selatan, AKP Yusak Agustinus Sooai, mengaku belum mengetahui secara persis sejak kapan patung penguasa laut selatan tersebut berada di sana. Informasi yang didapat dari security yang berjaga di kawasan tersebut, patung ditemukan pada Minggu sore.
Penemuan patung tersebut bermula saat tiga orang security kawasan wisata bersama Babinsa Kelurahan Benoa melaksanakan patroli di area Pantai Water Blow sekaligus mengecek keberadaan korban peristiwa jukung terbalik di sekitar lokasi. Tanpa sengaja, salah satu security melihat patung tersebut.
" Setelah dilakukan pengecekan dengan kamera dan di-zoom, dipastikan bahwa benda tersebut merupakan sebuah patung dengan ciri-ciri berwujud Nyi Roro Kidul. Terkait adanya penemuan patung tersebut, sampai saat ini masih belum diketahui siapa yang menaruh atau memajangnya di sana," kata Yusak.
Dari informasi yang dihimpun, belum ada yang mengetahui sejak kapan patung tersebut berada di tebing pantai. Demikian pula dengan motif dan tujuan peletakan patung tersebut.
" Patung tersebut kemungkinan ditaruh oleh seseorang. Dikarenakan area Pantai Waterblow masih dikunjungi warga yang masuk untuk memancing ikan," ujarnya.
Sumber: Liputan6.com/Dewi Divianta
Dream - Aturan untuk menetap di rumah saja yang dilakukan pemerintah tentu memiliki berbagai dampak bagi kehidupan masyarakat. Hal itu pula yang terjadi di India.
Bagi sebagian orang, keadaan setelah pandemi menjadi lebih mengerikan. Mereka terpaksa mengambil langkah-langkah esktrem hanya untuk bertahan hidup. Di India, banyak masyarakat yang kelaparan akibat tidak adanya pekerjaan.
Melansir dari World of Buzz, ada sebuah kondisi miris yang diderita oleh seorang pekerja asing di India. Pria tersebut tertangkap kamera sedang mencoba makan dari bangkai hewan mati karena kelaparan.
Dalam sebuah video yang dibagikan oleh Pradhuman Singh Naruka di laman facebooknya, ia memperlihatkan kondisi pria tersebut di sebuah jalan di India. Sontak video tersebut pun viral.
Menurut Mr Chatarpura, dia menangkap pekerja asing itu berjongkok di sepanjang Jalan Raya Delhi-Jaipur di Rajasthan. Ia mencoba memakan bangkai anjing yang mati disana. Saat itu, tidak ada pengendara motor lain yang berhenti untuk membantu pria itu.
Mr Chatarpura pun memutuskan menghentikan mobilnya di jalan dan memanggil pekerja asing itu. Sebelum memberikannya uang, Chartapura memberi beberapa makanan dan air agar tetap terhidrasi di bawah terik matahari.
Dia menambahkan bahwa dia tidak bisa melakukan banyak hal, karena langkah-langkah jarak sosial India mencegah kontak dekat pada saat ini. Video tersebut dikonfirmasi terjadi pada tanggal 18 Mei 2020 dan telah mendapatkan simpati banyak netizen di media sosial.
Berikut Video yang sempat viral dan diunggah sejumlah netizen termasuk oleh akun Facebook Pradhuman Singh Naruka.
???????? ?? ??????? ??? ?????? ????? ????? ????? ?? ???????? ?? ??????? ?? ??? ?? ?? ????? ??? ?? ???? ??? ??? ?????? ??...
Posted byPradhuman Singh NarukaonMonday, 18 May 2020
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya