Misteri Seputar Gunung Agung

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 29 September 2017 13:02
Misteri Seputar Gunung Agung
Ada sejumlah pantangan yang harus diperhatikan ketika berkunjung ke Gunung Agung

Dream - Sejak Jumat, 22 September 2017 lalu, Gunung Agung ditetapkan dalam status awas. Para penduduk di radius 12 kilometer dari kawah diminta mengungsi.

Status awas itu belum juga diturunkan hingga saat ini. Belum ada tanda-tanda aktivitas seismik gunung tersebut mereda.

Bagi masyarakat Bali, Gunung Agung merupakan gunung keramat. Umat Hindu gunung tertinggi di Pulau Dewata itu sebagai kerajaan para dewa.

Karena alasan itu, ada sejumlah mitos yang harus diperhatikan oleh semua orang, terutama para pendaki. Jika mitos ini dilanggar, masyarakat Bali percaya si pelanggar akan mendapat balasan.

Berikut beberapa misteri yang terdapat seputar Gunung Agung:

1. Tidak bisa kapan saja mendaki

Di lereng Gunung Agung, terdapat sebuah pura besar, Besakih. Pura ini posisinya paling tinggi di antara pura-pura lainnya,

Saat ada ibadah di Pura Besakih, tidak ada yang boleh mendaki Gunung Agung. Ini karena ada kepercayaan tidak boleh ada orang yang posisinya lebih tinggi dari Pura Besakih.

Alhasil, para pendaki harus datang ke Pura Besakih untuk mendapatkan informasi kapan ibadah dijalankan.

2. Dilarang mengambil air di mata air.

Para pendaki harus membawa air sendiri. Ada sejumlah mata air di sepanjang jalur pendakian dari Pura Besakih menuju puncak Gunung Agung, namun airnya tidak boleh diambil sembarangan.

Masyarakat mengkeramatkan sejumlah mata air itu. Air dari mata air itu biasa digunakan untuk upacara peribadatan.

Jika ingin menikmati air di mata air itu, maka harus dilakukan ritual khusus. Hanya warga setempat yang bisa melakukan ritual itu.

3. Tidak boleh membawa bekal berbahan daging sapi

Bagi umat Hindu, sapi adalah hewan yang dianggap suci. Hewan ini dianggap sebagai kendaraan dewa.

Selain itu, para pendaki juga wajib membawa makanan dalam jumlah genap.

4. Mengucap izin

Para pengunjung Gunung Agung juga diharuskan untuk mengucapkan izin. Alasannya, hanya sekadar menghindari terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Selain itu ada juga larangan memakai baju warna merah atau hijau. Wanita yang sedang datang bulan pun dilarang berkunjung ke gunung keramat itu. (ism) 

Beri Komentar