Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Desa Kuno Miyama, Kyoto, Jepang (Shutterstock.com)
Dream - Jepang merupakan negara yang memiliki budaya yang unik dan alam yang indah. Seperti salah satu desa kuno Jepang, Miyama.
Walaupun memiliki sedikit pilihan akomodasi dan tempat makan, Miyama dikelilingi pegunungan dan hutan yang asri. Sehingga desa tersebut banyak dikunjungi wisatawan luar kota, penggemar arsitektur hingga sejarawan.
Tempat tersebut memiliki daya pikat yang tinggi karena memberikan ketenangan hidup khas pedesaan. Pengunjung bisa menyewa sepeda untuk berkeliling menikmati kesejukan udara dan berfoto di rumah-rumah tradisional beratap jerami dengan latar pegunungan yang indah.
Selain itu keunikan rumah tradisional Miyama terletak pada gaya arsitekturnya yang khas yang dapat menciptakan perasaan bahagia dan tenang. Sehingga tempat ini cocok untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk kota.
" Saya berharap pengunjung dapat menenangkan diri di pedesaan dan menghargai pemandangan yang kami tawarkan," kata seorang warga.

Dulunya rumah tradisional menjadi pemandangan umum di pedesaan Jepang namun kini hanya tersisa sekitar 200 rumah yang beratap jerami. 39 di antaranya dapat ditemukan di Desa Atap Jerami, atau Kayabuki No Sato, yang terletak di sektor utara Miyama.
Pondok-pondok tersebut punya gaya arsitektur khas yang membuat empat sisi pinggul dan atap pelananya berbeda. Atap dan penyangga bambunya terbuat dari lapisan tanaman kering yang disebut Kaya.
" Kaya melambangkan keabadian jiwa yang menjadi dasar budaya Jepang, dan ini terwakili dalam bentuk atap rumbia," kata Haruo Nishio pembuat atap jerami professional.
Nishio pindah ke Miyama 25 tahun lalu untuk menjadi bagian dari kelompok tukang jerami profesional dan bekerja di Miyama hanya untuk merawat rumah-rumah tradisional.
" Seorang pembuat jerami seperti saya adalah profesi yang konon memiliki sejarah 5.000 tahun. Teknik-teknik tersebut telah diwariskan sejak lama. Saya merasa senang bisa menjadi bagian dari sejarah yang panjang ini," kata Nishio.
Dia juga menjelaskan rumah beratap jerami membutuhkan perawatan ekstensif untuk menjaga kondisi aslinya. Tetapi dengan tingginya biaya bahan bangunan dan tenaga kerja manual juga membuatnya jarang ditemui.
Menyadari nilai budaya dan warisan bangunan-bangunan ini, pemerintah Jepang telah menetapkan Miyama sebagai Distrik Pelestarian untuk Kelompok Bangunan Bersejarah pada tahun 1993.
" Saya pikir itu datang tepat pada waktunya. Jika nanti datang, saya kira daerah ini akan dibangun kembali menjadi atap genteng atau jenis rumah lainnya” kata penduduk Tadaki Nakano.

Meskipun ditetapkan sebagai situs cagar budaya, penduduk desa sepakat untuk tidak membiarkan komersialisasi berlebihan yang dapat merusak kampung halaman mereka. Itulah mengapa hanya ada dua penginapan, dua kafe, dan satu museum (Museum Rakyat Miyama) di Miyama.
Salah satu hal yang menarik dari kunjungan museum tersebut adalah pengunjung dapat melihat atap jerami yang ikonik apabila dilihat secara dekat dan dapat menemukan keunikan tekniknya.
Untuk berbagi kecintaannya pada Kayabuki No Sato, Nishio menyewakan pondoknya sendiri untuk penginapan semalam, dan memberikan tamu pengalaman tinggal di rumah beratap jerami lengkap dengan lantai tatami, kasur futon, dan perapian terbuka.
" Tamu yang bukan tukang jerami profesional atau pemilik pondok dapat menikmati pondok saya seolah-olah mereka adalah pemiliknya," ujar Nishio.
Selain itu ia juga memiliki keinginan untuk membangun sebanyak 100 pondok jerami dalam waktu dekat. Karena menganggap tema pondok jerami adalah lambang keabadian dan ia memiliki harapan untuk dapat melestarikannya, dikutip dari CNA Travel.
Laporan, Yuni Puspita Dewi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam