Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ralph Lauren Di NYFW 2018 (
Dream - Desainer serta brand fashion tak berhenti berinovasi demi memukau penonton dengan pertunjukan koleksi mereka. Tak hanya model pakaian, para desainer juga ingin menampilkan karyanya dalam gaya berbeda.
Aksi tak biasa inilah yang ditunjukan desainer kondang rumah mode Ralph Laurent di panggung fashion show sekelas New York Fashion Week 2018.
Jika desainer lain berlomba menciptakan sepatu unik, Ralph justru membiarkan para modelnya berjalan tanpa alas kaki.
Dikutip dari Harper's Bazaar, inspirasi itu datang dari suatu pulau di Jamaika. Ralph mendandani para model dengan atmosfir tropis didominasi nuansa biru dan putih.

Round Hill Hotel and Villas merupakan tempat berlibur milik keluarga Ralph yang berada di Montego Bay. Dia menjadikan tempat itu sebagai inspirasi untuk menghadirkan nuansa tropis di tengah musim dingin.
" Semua orang menginginkan suatu tempat ajaib di mana mereka bisa masuk ke dalam keindahan alam sejenak. Aku ingin membawakan hal itu, dengan nuansa segar seperti yang kudapati di Jamaika," kata Ralph.
Ralph juga membawakan warna kuning dan hijau sebagai simbol bendera Jamaika. Semua kenangannya akan Montego Bay ditorehkan ke dalam koleksi busananya kali ini. Bahkan, panggung runway juga didesain menyerupai tempat tropis itu.
Koleksinya sendiri didominasi oleh gaun pantai dengan berbagai corak alam. Tak ketinggalan, handbag berbahan alami seperti rotan.
Di peragaan kali ini, Ralph mengusung konsep buy-now. Pengunjung bisa langsung membeli koleksi yang telah diperagakan.
(Sah/Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
© Vivi Zubedi (Idho Rahaldi/Dream)
Dream - Vivi Zubedi menjadi satu-satunya perancang modest fashion Indonesia yang akan unjuk gigi di gelaran New York Fashion Week (NYFW) 2018. Bersama Hijup, Vivi membawa kain Sasirangan dan Pagatan khas Kalimantan Selatan pada ajang yang digelar pada 11 Februari 2018 itu.
Bertajuk 'Urang Banua', desainer kelahiran Medan ini akan memamerkan 32 Koleksi yang berbahan kain diaplikasikan dalam bentuk dress, top, bottom, dan outer dengan cuttingkhasnya.
Tak hanya kain, terdapat material lain seperti lace dan velvet. Akesoris berupa payet juga seluruhnya dari Kalimantan Selatan.

" Koleksi ini saya gabungkan antara kain daerah dan fashion untuk mensejajarkan agar kain daerah ini bisa dimanfaatkan," ujar Vivi saat ditemui di Plaza Indonesia, Rabu 31 Januari 2018.
Koleksi Vivi kali ini terinspirasi dari wanita perajin kain tradisional di Kalimantan Selatan yang mewakili simbol kesatuan dan keunikan budaya Indonesia. Selain itu, 'Urang Banua' merupakan misi Vivi untuk mengenalkan hasil kerajinan dan kebudayaan Tanah Air ke kancah internasional.
" Saya ingin memamerkan keunikan warna dan keindahan kain yang terbentuk dari kerja keras, gairah, dan cinta para perajin," tuturnya.

New York Fashion Week 2018 juga menjadi ajang bagi Vivi untuk mengenalkan koleksi modest wear terbarunya. Yang membanggakan, Vivi akan disejajarkan dengan desainer ternama dunia, seperti Victoria Beckham.
Sementara bagi pecinta busana dari Vivi, koleksi ini akan hadir di Hijup. Harganya beragam mulai dari Rp600 ribu sampai Rp2 juta.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya