Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Youtube.com/dede Inoen
Dream – Soal aksi ekstrem, Panji Petualang ga usah ditanya lagi deh. YouTuber ini memang sering neko-neko. Dia suka blusukan ke hutan rimba, bermain-main dengan binatang buas, yang tentu ga boleh ditiru sembarangan.
Kalian pasti sudah tahu, Panji suka menaklukkan binatang liar. Dia senang bermain binatang buas. Piaraannya saja king kobra, ular paling berbisa. Garaga, namanya. Ukurannya bikin gemetar.
Panji kerap pamer kebolehan di YouTube. Berbagai binatang liar dia jinakkan. Banyak juga sih video edukasi untuk menghadapi binatang liar. Tapi selebihnya adegan berbahaya.
Dia juga kerap kolaborasi dengan YouTuber lain. Misalnya Dede Inoen, kreator konten yang tak kalah nyentrik dan kerap membuat video aneh-aneh. Dia terkenal dengan konten bertahan di alam liar dengan makanan seadanya.

Dalam video YouTube yang diunggah Dede Inoen, dua kreator konten akstrem ini berkolaborasi menaklukkan biawak besar. Mereka nenagkap biawak liar di sungai tengah hutan.
Di kanan kiri sungai itu masih rimbun. Banyak pepohonan besar dan tinggi. Sungai yang sangat jauh dari permukiman warga itu memang jadi rumah paling nyaman para biawak.
Meski sudah ahli, Panji dan Dede Inoen masih kesulitan menangkap biawak itu. Biawak berukuran jumbo itu gigih melawan. Panji dan Dede sempat kelabakan.
Panji bahkan hampir celaka. Biawak raksasa yang sudah dalam genggaman berbalik badan dan berusaha menggigit. Namun Panji lebih cekatan, biawak pun tunduk, tak lagi melawan.

Setelah terkendali, Panji dan Dede menyembelih dan menyembelih biawak tangkapannya. Mereka memasak reptil itu karena tidak termasuk binatang yang dilindungi oleh undang-undang.
Sebelum memasak, Panji dan Dede membersihkan isi perut reptil itu di sungai. Tidak mudah menguliti biawak itu.
“ Rencana kita pingin masak biawak guling nih. Bumbunya bumbu apa nih? Bumbu rempah,” ucap Panji.

Setelah menguliti dan membersihkan isi perut biawak, keduanya menyiapkan api dan membuat bumbu rempah-rempah. Selain menikmatkan rasa, bumbu itu digunakan untuk menghilangkan bau ‘khas’ biawak.
Daging biawak itu kemudian dicampur bumbu dan dibakar di atas api unggun yang besar. Biawak itu matang saat hari mulai gelap. Panji dan Dede mengangkat dan menaruh biawak guling itu di atas daun pisang. Tak menunggu waktu lama, mereka langsung menyantapnya.

“ Bumbunya pas, ini rasanya kayak daging ayam ya,” ucap Panji saat menyantap daging biawak yang baru matang.
“ Gak alot lagi, kalau digoreng ini suka alot, soalnya Dede pernah dulu goreng biawak jadi alot jadi ngeriut,” jawab Dede.

Meskipun menurut mereka biawak memiliki rasa yang enak, Panji menegaskan bahwa hewan ini sebaiknya dimakan hanya dalam keadaan darurat atau saat harus bertahan di alam liar saja.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya