Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

MotoGP Mandalika, Nasib Apes Marc Marquez

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 4 April 2022 16:06
MotoGP Mandalika, Nasib Apes Marc Marquez
Ia sudah dipastikan tidak ikut serta dalam MotoGP Argentina.

Dream – Pembalap yang menungangi sepeda motor bernomor 93 itu melesat dengan kecepatan tinggi. Beberapa tikungan tajam berhasil dia lalap dengan mulus dengan sepeda motornya yang bercorak warna oranye itu.

Pagi itu para pembalap MotoGP memang tengah mengadakan sesi pemanasan terakhir, sebelum balap motor digelar pada sore harinya di Sirkuit Mandalika, Minggu 22 Maret 2022.

Lalu, tibalah si pembalap itu di tikungan ke tujuh. Pembalap itu memiringkan badannya ke kanan untuk melalap tikungan tajam itu. Ia masih memacu gas sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Badannya cuma terpisah beberapa sentimeter dari aspal Sirkuit Mandalika.

Mendadak, sepeda motornya nampak oleng. Dan dia pun terpental bersama sepeda motornya ke arah kiri lapangan. Tubuh si pembalap itu melayang terbang di atas motornya. Sementara sepeda motornya  beguling-guling kencang di aspal. Untunglah si pembalap itu tidak tertindih atau tertabrak oleh sepeda motornya.

Marx Marquez saat terjatuh di Mandalika

Pembalap itu terjatuh dengan punggung terlebih dahulu mendarat di pinggir kiri lapangan. Menyentuh barisan kerikil dan pasir di pinggir sirkuit. Sementara sepeda motornya terguling hebat di belakangnya. Sebuah kecelakaan besar yang mengerikan.

Hebatnya, si pembalap usai kecelakaan itu masih bisa berdiri. Sementara motornya rusak berat. Ringsek  di sana-sini. Saat berjalan, si pembalap sempat mengepalkan tangan kanannya, seperti untuk memastikan tidak ada bagian tangan yang patah.

Pembalap itu adalah pembalap Repsol Honda, Marc Marquez. Pada sesi akhir pemanasan  MotoGP, Marc Marquez mengalami kecelakaan hebat di tikungan ke tujuh.

Motor Honda RC213V yang digunakan Marc Marquez dalam MotoGP Indonesia 2022 itu pun rusak parah.

Ini adalah kecalakaan ketiga Marquez selama di Mandalika. Sehari sebelumnya, Marc Marquez sudah terjatuh sebanyak dua kali dalam sesi kualifikasi. Pembalap ini sebelumnya terjatuh di tikungan ke-13 pada sesi kualifikasi pertama, Sabtu 19 Maret 2002.  Saat membalap lagi dengan motor baru, dia kembali terjatuh di tikungan ke-12 menjelang akhir sesi kualifikasi pertama berakhir.

Meski kecelakaan pada hari Minggu pagi itu terjadi begitu keras dan mengerikan, Marc Marquez masih bisa kembali ke paddock.

Pembalap asal Spanyol itu langsung dibawa ke Medical Center untuk diperiksa kondisinya. Tak lama kemudian dia diterbangkan ke Rumah Sakit Mataram dengan menggunakan helikopter Basarnas.

Beberapa waktu kemudian, Marquez terlihat kembali ke Mandalika. Dengan mengenakan celana pendek, nampak lengan kananya diperban Alhasil, Marc Marquez mengumumkan tak bisa mengikuti sesi balap MotoGP Mandalika pada sore harinya.

" Apa yang bisa saya katakan? Ini bukan akhir pekan kami, kami telah berjuang namun ada masalah di awal," ujar Marc Marquez seperti dikutip dari laman Honda Racing Corporation.

" Itu adalah crash yang parah saat warm up di pagi hari, mungkin yang paling parah yang pernah saya alami. Saya pergi ke rumah sakit terdekat dan tidak ada masalah serius, diputuskan saya tidak mengikuti balap. Tentu memalukan, tapi itu keputusan terbaik," tambah Marquez.

***

Marc Marquez lahir di Spanyol, 11 Februari 1993. Kini umurnya 29 tahun.

Marc Márquez Alentà adalah pembalap sepeda motor Grand Prix profesional Spanyol, yang telah membalap untuk tim pabrikan Honda sejak debutnya di MotoGP pada 2013.

Lahir di Cervera, Catalonia, Spanyol, ia dijuluki 'Semut Cervera' di seluruh dunia karena tingginya hanya 1,68 meter. Di kampung halamannya,  dia dijuluki 'el tro de Cervera' atau  'Guntur Cervera'.

Dia adalah salah satu dari empat pembalap yang telah memenangkan gelar kejuaraan dunia dalam tiga kategori berbeda, setelah Mike Hailwood, Phil Read dan Valentino Rossi, dan merupakan salah satu pembalap motor paling sukses sepanjang masa, dengan delapan Kejuaraan Dunia Grand Prix atas namanya, enam di antaranya berada di kelas utama MotoGP.

Ia merupakan juara dunia MotoGP sebanyak enam kali. Yakni untuk musim 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2019.

Márquez menjadi pembalap Spanyol ketiga setelah lex Crivillé dan Jorge Lorenzo yang memenangkan gelar kelas utama di MotoGP, dan merupakan pembalap Spanyol paling sukses di MotoGP hingga saat ini, dengan 59 kemenangan.

Pada tahun 2013, ia menjadi pembalap pertama sejak Kenny Roberts pada tahun 1978 yang memenangkan gelar juara dunia di musim pertamanya. Ia juga mencatatkan diri sebagai pembalap termuda yang memenangkan gelar juara dunia MotoGP, yakni pada usia 20 tahun 266 hari.

Márquez sering dianggap sebagai salah satu inovator terbesar dari balap MotoGP modern,  karena teknik menikungnya yang relatif berlebihan dengan bersandar begitu jauh di atas motor, sehingga ia tampaknya " dalam bahaya terus-menerus tergelincir.”

Márquez memenangkan Kejuaraan Dunia 125cc pada tahun  2010, Kejuaraan Dunia Moto2 pada tahun 2012, dan Kejuaraan Dunia MotoGP pada tahun 2013, 2014, 2016, 2017, 2018 dan 2019.

Pada tahun 2014 ia berhasil mempertahankan gelar juara dunia MotoGP-nya, dengan memenangkan kejuaraan dengan tiga putaran tersisa, ketika ia memenangkan sepuluh balapan berturut-turut.

Márquez menyamai rekor Grand Prix sepanjang masa untuk posisi start terdepan pada usia 23 tahun di tahun 2016. Márquez mengamankan gelar 2016 dengan tiga putaran masih tersisa di Motegi.

Ia juga menyegel gelar juara dunia MotoGP di Valencia pada putaran final 2017. Dia kemudian memenangkan gelar 2018 dengan tiga balapan yang masih tersisa dan menjadi pemenang Grand Prix tertinggi ketiga sepanjang masa.

Dia mengamankan gelar 2019 dengan empat balapan tersisa di Sirkuit Internasional Chang di Buriram, Thailand.

Márquez melewatkan hampir semua musim 2020, Itu karena dia terjatuh di Sirkuit Jerez yang membuat lengan kanannya patah di pembukaan musim 2020.

Setelah kembali pada musim 2021, ia memenangkan tiga balapan di Jerman, Austin, Misano, dan menempati posisi kedua di Aragon. Tetapi karena dia melewatkan dua balapan pembuka, dan dua balapan terakhir musim itu, dia hanya berhasil finis di urutan ke-7 secara keseluruhan.

***

Setelah jatuh di awal musim 2020 di Sirkut Jerez, Marquez memang sudah tak lagi sama seperti pembalap yang kita kenal dulu.

Dalam wawancaranya dengan the-race.com. Marquez mengakui dia telah belajar dalam beberapa bulan terakhir tentang batas fisik dan mentalnya sendiri.

Pada balapan pembuka musim 2020 di Jerez Juli lalu, Marquez terlalu menekan bannya sehingga dia dan motor Honda RC213V-nya jatuh hingga menghancurkan lengan kanan atasnya.

Saat Marquez jatuh di Jerez

Marquez kemudian dengan luar biasa berusaha untuk kembali beraksi hanya lima hari kemudian, segar setelah operasi pertama untuk memasang pelat titanium di tulang humerusnya.

Namun, karena terlalu kesakitan saat mengendarai MotoGP, dia terpaksa mundur dari Grand Prix Andalusia. Beberapa hari kemudian dia kembali mematahkan pelat titanium di lengannya yang sudah tertekan karena balapan, saat berada di rumahnya.

Sejak saat itu, menjadi masa kelam bagi juara dunia yang sebelumnya begitu dominan, saat ia berjuang melawan infeksi dan penyembuhan yang lambat di lengannya yang patah. Dua operasi lagi membuatnya absen total sepanjang musim 2020.

Marquez mengatakan dari  pengalaman yang ia pelajari  bahwa terkadang waktu adalah yang paling dibutuhkan.

“ Pertama-tama, yang paling penting adalah memastikan dalam pemeriksaan dokter bahwa konsolidasi tulang berjalan dengan baik, dan ketika dokter mengatakan sudah diperbaiki, maka saya akan melanjutkan rehabilitasi,” ujarnya di awal musim 2021.

“ Tapi semua itu akan memakan waktu. Saya sudah bekerja, tetapi tidak dengan cara yang agresif. Ketika konsolidasi tulang membaik, dan diperbaiki dengan cara yang baik, maka saya akan mencoba untuk terus bekerja sebaik mungkin untuk memulihkan otot dan untuk mengendarai motor saya. Ketika saya merasa tulang saya baik-baik saja dan otot-otot berada di posisi yang benar untuk mengendarai motor MotoGP, saya akan melakukannya,” katanya.

***

Setelah mengalami kecelakaan hebat di Sirkuit Mandalika, Marquez pulang ke Spanyol. Tapi dalam perjalanan pulang, dia mengalami penglihatan ganda atau diplopia akibat gegar otak yang dia derita.

Melalui akun Instagram pribadinya, Marquez mengumumkan kondisi terbarunya akibat kecelakaan tersebut. Penyakit lamanya yakni penglihatan ganda atau disebut juga diplopia kembali kambuh efek dari kecelakaan di Mandalika tersebut.

Dia mengatakan dirinya beruntung karena diplopia yang ia alami tidak separah sebelumnya. “ Ini seperti mengalami déjà vu… Selama perjalanan pulang ke Spanyol, saya merasa tidak nyaman dengan penglihatan saya, dan memutuskan untuk mendatangi Dr.Sanchez Dalmau, yang mengkonfirmasi episode baru diplopia.”

Ini pengalamaan diplopia kedua bagi Marquez. Tahun lalu, Marc Marquez mengalami gegar otak, sehingga membuatnya absen di MotoGP Algarve 2021. Cedera ini ia alami saat berlatih motocross di sekitaran rumahnya pada Sabtu, 30 Oktober 2021.

“ Dalam mempersiapkan diri menghadapi MotoGP Algarve, Marc Marquez berlatih menggunakan motocross. Dia kemudian terjatuh dan mengalami gegar otak ringan,” bunyi pernyataan resmi Honda. Pada saat itu dia pertama kali mengalami diplopia.

Karena rentetan kecelakaan di Sirkuit Mandalika itu, menurut motorsport.com Marquez dipastikan akan absen saat MotoGP Argentina akhir pekan ini dan kemungkinan akan absen dari GP Amerika berikutnya yang ia menangkan tahun lalu. MotoGP Argentina  digelar 1-4 April 2022.

“ Evaluasi neuro-oftalmologi kedua yang dilakukan pada Marc Marquez Senin lalu menunjukkan evolusi yang sangat baik pada kelumpuhan saraf kanan ke-empat yang terkena dampak akibat jatuh di di Grand Prix Indonesia,” kata dokter mata Marquez, Dr Sanchez Dalmau.

" Pemulihan belum selesai, dan Marc Marquez harus mengikuti terapi dengan perawatan konservatif, " kata Dr Sanchez.

Di kesempatan berbeda, dalam Podcast MootGP Crash.net,  mantan pembalap Grand Prix, Keith Huewen, merasa pesimis dengan masa depan Marquez.

Keith Huewen mengatakan bahwa gangguan mata yang dialami Marquez berbeda dengan cedera tulang. Sebab, menurut Keith Huewen, gangguan mata Marquez tidak bisa diperbaiki secara cepat seperti cedera tulang.

“ Cedera ini tidak seperti patah tulang yang bisa diperbaiki ‘secara mekanis’. Cedera mata bagi saya, sepenuhnya non-medis, sedikit seperti cedera otak,” ujarnya

 " Setiap kali dia jatuh,  dan setiap kali dia pulih dari kondisinya, dia akan secara tidak sadar gugup dari semua yang biasa dia lakukan secara alami. Ini akan memiliki efek majemuk pada kinerja dan kesehatan mentalnya,” ujarnya.

“ Sayangnya, bagi saya sepertinya, karena cedera, Marc Marquez mendekati akhir karirnya,” lanjutnya, menilai.

“ Saya sangat prihatin bahwa kami tidak melakukan cukup banyak tentang cedera kepala dan gegar otak di MotoGP. Ini adalah subjek yang sulit karena sulit untuk mendiagnosis setiap individu dengan benar,” jelasnya

" Dalam kasus Marquez, dia mengalami benturan keras di kepalanya dan itu menyebabkan cedera mata lagi. Berapa lama dia bisa terus melakukannya? Menurut saya tidak akan lama," tegasnya.

Apakah ini berarti akhir dari prestasi gemilang Marc Marquez? Bila benar, Marquez mungkin akan mengenang Sirkuit Mandalika sebagai tempat apes baginya. Dan menjadi petunjuk awal dari akhir karirnya. Sungguh sayang. (eha)

Beri Komentar