Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah akan menerapkan program Sustainable Development Goal (SDG's) 2015-2030 hingga tingkat ranting. Muhammadiyah mengambil peran ini karena melihat banyak Lembaga Swadaya Masyarakat besar di ibukota yang tak mampu menjangkau hingga pelosok Indonesia.
Pernyataan itu diungkapkan Wakil Ketua Lembaga Hubungan Kerja sama Luar Negeri Muhammadiyah Sudibyo Markus. Menurut dia, sebagai lembaga dengan cabang luas, Muhammadiyah akan memainkan peran penting dalam kemajuan Islam.
" Muhammadiyah mempunyai cabang hingga akar rumput sehingga memudahkan penerapan SDG's. Beda dengan organisasi besar di Jakarta yang paling hanya di pusat," ujar Sudibyo di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis, 7 April 2016.
Dalam program pengembangan SDG's di tingkat akar rumput, Muhammadiyah telah menyiapkan program-program khusus. Setidaknya terdapat 17 tujuan dengan 169 target program.
Meski begitu, Muhammadiyah melalui forum lembaga swadaya masyarakat, International Civil Society Week (ICSW) 2016, akan menyaring sejumlah masalah.
Menurut pembina Indonesian Institute on Social Development Tin Sapartinah, yang juga mitra Muhammadiyah, penyaringan itu untuk memberi gambaran realitas masalah yang akan dihadapi dalam menjalankan program SDG's.
" Harus dikawal secara terus menerus melalui masyarakat. Dari segi kepentingan masyarakat sipil, komitmen untuk mengembangkan dan memperkuat diri," ucap Tin.
Dengan proses pengawalan itu, dia berharap akan ada peningkatan taraf hidup dan bertumbuhnya komunitas masyarakat. Sehingga, nantinya muncul masyarakat yang high profile.
" Semoga dikemudian hari muncul masyarakat dengan high profile yang keberadaannya dikenal, diterima keberadaannya, diakui reputasinya, dihitung perannya serta didukung gerakannya," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya