Muhammadiyah Soal Muslimah yang Dipersekusi Gegara Rawat Anjing

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 17 Maret 2021 06:01
Muhammadiyah Soal Muslimah yang Dipersekusi Gegara Rawat Anjing
Hesti Sutrisno menjadi korban persekusi oleh oknum mengatasnamakan ormas.

Dream - Hesti Sutrisno kembali menjadi sorotan. Muslimah bercadar itu menjadi korban persekusi lantaran merawat anjing-anjing liar di lahan pribadinya di Bogor.

Kabar persekusi itu membuat Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, buka suara. Dia tidak setuju dengan upaya persekusi terhadap Hesti dan menilai perbuatan Muslimah tersebut adalah mulia.

" Dari segi etika, bagus seseorang menyayangi binatang, termasuk anjing, karena makhluk Tuhan, dan itu termasuk akhlak yang baik," ujar Dadang, dikutip dari Muhammadiyah.

Dadang menyinggung dalil yang menjelaskan kisah wanita pelaku prostitusi masuk surga karena tulus menolong anjing yang kehausan. Dia pun menilai seharusnya kasus Hesti tidak mendapat persekusi.

" Apalagi ini dipelihara baik-baik, tetapi harus dijaga jangan sampai mengganggu tetangga," kata Dadang.

 

1 dari 6 halaman

Tak Perlu Dipersekusi

Jika tidak menganggu, tambah Dadang, seharusnya tidak dipersekusi. " Biarkan saja, itu juga salah satu kesenangan orang yang harus dihormati," kata dia.

Hesti dipersekusi oknum yang mengaku anggota ormas lantaran memelihara anjing liar. Padahal, Hesti merawat sekitar 70 anjing di lahan miliknya sendiri.

Dia juga tidak meminta pada orang lain untuk memberi makan anjing-anjing tersebut. Semua dia usahakan sendiri dari hasil dagang keripik serta donasi dari para dermawan.

2 dari 6 halaman

Kisah Wanita Bercadar Rawat Anjing Liar dan Digerebek Ormas

Dream - Belakang viral kisah Hesti Sutrisno melalui akun Twitter @fravisyar, Jumat 12 Maret 2021. Hesti merupakan seorang wanita bercadar yang memelihara dan merawat puluhan ekor anjing liar.

Hesti diketahui berusaha menyelamatkan anjing terlantar dan diasuhnya di sebuah lahan pribadi. Namun niat baiknya itu, malah ditentang oleh organisasi kemasyarakatan lokal di tempat tinggalnya.

" Dengan hasil menjual kripik, beliau memutar keuntungannya utk mengasihani dan memberi rumah utk hewan yg tidak bertuan. Tapi, niat baik tentu tidak selalu diterima dengan baik..," tulis akun tersebut.

 

3 dari 6 halaman

Didatangi Ormas

Pada Jumat 12 Maret 2021 lalu, sejumlah ormas lokal mendatangi Hesti dan meminta dirinya menghentikan aktivitas memeliharan anjing.

" 'TIDAK ADA LAGI YANG MEMELIHARA ANJING DIKAMPUNG INI!!! KAMI MAUNYA, ANJING2 INI DIKELUARKAN!!' Ucap salah 1 pihak yang mengaku bahwa ia adalah perwakilan warga, dengan lencana ormasnya, tanpa mau dengar suara ibu bercadar dan rasa kasihan pada hewan....," cuit akun tersebut.

Ormas yang mengaku mewakili warga itu berdalih, aktivitas Hesti memelihara puluhan anjing telah mengganggu warga sekitar. Mereka juga menyebut aktivitas Hesti tidak sesuai syariat.

" Hari ini, saya menyaksikan pertemuan antara beliau dan ormas yg mengaku mewakilkan 'Warga'. Orang2 tersebut dgn terang melarang bu Esti utk memelihara anjing, dgn alasan mengganggu ketertiban dan tidak sesuai dgn syariat (lagi2, ga jauh dr ini),"  katanya.

 

4 dari 6 halaman

Merawat di Lahan Pribadi

Hesti Sutrisno© Merdeka.com

Dalam cuitan itu, dijelaskan lahan yang Hesti pakai untuk memelihara puluhan anjing liar itu seluas kurang lebih 1 hektare dan jauh dari pemukiman warga.

" Lahan yang bu Esti miliki juga tidak bersebelahan dgn rumah warga, bisa dilihat dari sini. Pembuangan kotoran anjing2nya pun, telah uji layak dgn membuangnya pd septiteng yg sudah dibuatkan," tulis dia.

Kesehatan anjing yang dipelihara di tempat itu juga diperhatikan oleh Hesti. Bahkan anjing-anjing itu telah terverifikasi instansi berwenang dan dipastikan tak terkena virus rabies.

" Hal2 tersebut telah dikemukakan, namun tetap dgn 1 alasan; 'MENGGANGGU, BERISIK, WARGA DIRUGIKAN. GADA PULA SOSIALISASI, GAK ADA ADAB!!11',"  kata dia.

5 dari 6 halaman

Pemda Tak Sanggup Tangani

Hesti Sutrisno© Merdeka.com

Tak hanya itu, menurut pengakuan akun @fravisyar, pemerintah desa tak bisa bekutik menyikapi desakan ormas. Akhirnya perangkat desa memutuskan agar Hesti segera mengeluarkan 40 ekor anjing dengan berkoordinasi pada dinas berwenang.

" Dinas pun mengakui belum sanggup utk memberikan tempat utk 40 ekor anjing yg harus dikeluarkan ini, apalagi disaat pandemi spt ini....tapi ormas yg mengaku warga itu, ttp mendesak agar SEGERA dikeluarkan, tanpa mau mengemukakan solusi,"  terang dia.

Padahal, kata akun itu, Hesti sudah berusaha melakukan dialog dengan para anggota ormas. Namun mereka tetap kukuh meminta 40 ekor anjing Hesti dikeluarkan.

6 dari 6 halaman

Polisi Turun Tangan

Hesti Sutrisno© Merdeka.com

Dengan viralnya kisah Hesti itu, kepolisian akhirnya turun tangan mencari solusi terbaik.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, pihaknya telah melakukan mediasi sebanyak dua kali, terakhir berlangsung pada pekan lalu.

" Kita sudah mengambil langkah seminggu yang lalu, sudah. Kita temukan dari pihak kelompok yang tidak suka dengan pihak Mbak Hesti,"  kata Harun saat dihubungi, Minggu sore, 14 Maret 2021.

Harun menyebut, pertemuan menghasilkan beberapa kesepakatan. Di antaranya Hesti bersedia melepaskan 40 anjing dari total 70 ekor yang dipelihara. Terkait hal itu, kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas Perternakan Kabupaten Bogor dan komunitas pecinta hewan khususnya anjing.

" Kalau ada yang memang berminat silakan diambil atau diadopsi atau dipelihara," ucap Harun.

Sumber: liputan6.com

Beri Komentar