Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Ketua MUI Abdullah Jaidi (kiri) Menyampaikan Tausiah Akhir Tahun (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan tausiah akhir tahun 2018. MUI menyerukan kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, demi menjaga keutuhan bangsa.
" Agar menjauhi falsafah dan pandangan hidup yang bertentangan dengan falsafah Pancasila dan UUD 1945," ujar Ketua MUI, Abdullah Jaidi, di Gedung MUI, Jakarta, Jumat 21 Desember 2018.
MUI juga mengimbau kepada para pengusaha agar tak memaksa karyawan yang beragama Islam untuk menggunakan atribut Natal.
" MUI mengimbau para pengusaha dan para pihak terkait lainnya agar dalam suasana Natal dan pergantian tahun dan ini tidak memaksa, mendorong, mengajak karyawan yang beragama Islam memakai ribut-atribut dan atau simbol-simbol yang tidak sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan mereka," ucap dia.
Abdullah mengatakan, imbauan ini juga sudah pernah disuarakan pada 2017. Para pengusaha mengikuti imbauan tersebut untuk tidak memaksakan penggunaan atribut natal kepada para karyawannya.
Selain itu, MUI juga mengimbau masyarakat agar tidak merayakan tahun baru 2019 secara berlebihan. Pergantian tahun hendaknya disambut dengan penuh syukur.
" Tidak hura-hura dan menghindari poia hidup yang bersifat materialistik, konsmneristik dan hedonistik," kata dia.
Dalam tausiyah itu pula MUI mendesak pemerintah Indonesia untuk terus berjuang melalui langkah diplomasi demi terciptanya kedamaian dan kemerdekaan di Palestina.
MUI juga menyesalkan kekerasan yang dialami oleh masyarakat Muslim di Uighur, Xinjiang, Republik Rakyat China.
" Tindakan tersebut jelas bertentangan dengan Hak Asasi Manusia. International Convenant on Social and Political Rights menegaskan bahwa kebebasan beragama merupakan hak dasar bagi segenap manusia," ujar dia.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
