Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Ketika berpuasa, orang cenderung menjaga diri agar tidak ada benda masuk lewat mulut. Entah itu makanan, minuman dan lainnya.
Kondisi tersebut menyebabkan mulut mengeluarkan bau. Seringkali, bau tersebut sangat tidak bersahabat.
Mungkin kita pernah mendengar hadis Rasulullah Muhammad SAW yang menjelaskan mengenai bau mulut orang berpuasa. Hadis tersebut diriwayatkan Imam Bukhari dan tercantum dalam kitab Sahih Bukhari.
" Demi Dzat yang berkuasa atas nyawaku, sungguh bau mulut orang puasa itu lebih wangi menurut Allah daripada bau misik."
Hadis ini kemudian dijadikan dasar oleh sebagian orang untuk tidak merawat mulutnya ketika berpuasa. Alhasil, muncul bau yang tak sedap dan menganggu.
Dikutip dari NU Online, ada pihak yang memaknai hadis di atas secara salah kaprah. Mereka mengira yang menjadi patokan adalah bau mulutnya sehingga merasa tidak perlu membersihkannya.
Jadinya, ada pemahaman semakin berbau mulut orang berpuasa, maka semakin wangi menurut Allah SWT.
Hadis ini sebenarnya tidak bisa dipahami secara tekstual. Karena terdapat makna majaz atau kiasan dalam hadis tersebut.
Syeikh Al Bujairimi dalam Tuhfatul Habib ala Syarhil Khatib menjelaskan makna hadis ini.
" Yang dimaksud dalam qaul 'lebih wangi menurut Allah' adalah lebih wangi daripada bau minyak misik yang diperintahkan untuk memakainya ketika hari Jumat dan dua sholat Id, atau maksudnya adalah pahalanya lebih banyak daripada pahala menggunakan minyak misik pada hari Jumat atau dua hari raya. Sungguh, mencium adalah hal yang mustahil bagi Allah SWT sehingga yang dimaksud dengan 'lebih wangi menurut Allah' adalah pujian dan ridha-Nya terhadap orang yang berpuasa."
Pendapat ini dikuatkan oleh Imam An Nawawi, mengutip pandangan Ad Dawudi. Pendapat tersebut dituangkan dalam Al Minhaj Syarh Sahih Muslim.
Pendapat lain menyatakan wangi atas bau mulut orang berpuasa seperti disebutkan dalam hadis terjadi bukan di dunia melainkan di akhirat.
Al Qadhi Iyadh mengatakan di akhirat kelak, Allah SWT membalas orang yang berpuasa dengan bau wangi di mulutnya yang mengalahkan misik (minyak wangi).
Dari pendapat di atas, yang dimaksud dengan bau mulut berpuasa lebih wangi dari misik adalah kiasan.
(Sah, Sumber: NU Online)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya