Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: YouTube)
Dream - Sebuah retakan besar sepanjang beberapa kilometer yang muncul di Kenya pekan lalu menyebabkan jalan raya, yang mengarah ke Nairobi, ambles.
Menurut pakar geologi, retakan besar dan panjang itu kemungkinan adalah tanda-tanda terbelahnya Benua Afrika suatu hari nanti.
Dengan kedalaman 16 meter dan lebar 19 meter, retakan itu baru diketahui setelah terjadi hujan deras dalam beberapa hari.
Ahli geologi, David Adede, mengatakan kepada Daily Nation, sebuah surat kabar Kenya, bahwa retakan yang lebih tepat disebut patahan tersebut kemungkinan sudah terbentuk sebelumnya.
Namun patahan tersebut tertutup abu vulkanik dari Gunung Longomot yang tidak jauh dari lokasi fenomena alam aneh itu. Curah hujan yang deras kemungkinan telah menyapu abu tersebut, dan memperlihatkan patahan itu.
Berbeda dengan Adede. Ahli geologi dari Smithsonian Museum, Ben Adrews, punya pendapat lain soal patahan aneh itu.
" Kita melihat patahan yang kemungkinan besar terbentuk selama ribuan tahun atau ratusan ribu tahun," kata Andrews kepada CBS.
Andrews percaya pembentukan patahan itu merupakan tanda terbaru bahwa Benua Afrika kemungkinan akan pecah menjadi dua. Meskipun kemungkinan terjadinya hal itu memerlukan waktu sekitar 50 juta tahun.
© (Foto: YouTube)
Menurut Andrews, patahan itu akan membelah Somalia, Kenya, Tanzania, dan separuh dari Ethiopia. Negara-negara ini terletak di lokasi yang oleh para ahli geologi disebut sebagai Great Rift Valley.
Great Rift Valley adalah sebuah wilayah yang membentang sepanjang 6.000 km dari Mozambik ke Timur Tengah, di mana lempeng tektonik terus bergerak secara konstan.
Kenya sendiri terletak di atas area di mana lempeng Somalia dan lempeng Nubia sedang dalam proses memisahkan diri.
Conversation melansir, peneliti London University, Lucia Perez Diaz, mengatakan Kenya Utara kemungkinan akan menjadi wilayah pertama yang terpisah. Sebab sebagian besar permukaan wilayah ini dilapisi dengan batuan vulkanik.
Tetapi tidak semua ilmuwan yakin bahwa patahan itu adalah hasil dari keretakan tektonik.
Meski ahli geologi Wendy Bohon percaya Benua Afrika dalam proses terbelah menjadi dua, dia mengatakan patahan itu kemungkinan besar disebabkan oleh badai hujan deras.
" Saya pikir itu adalah retakan Bumi biasa, sama seperti yang terjadi di Arizona setelah terjadi badai hujan deras," katanya.
Bohon menambahkan patahan itu terjadi akibat hujan deras yang sangat hebat hingga menyapu sebagian besar lumpur di tanah.
" Jadi itu terjadi bukan karena tektonik, tetapi karena cuaca," pungkas Bohon.
(Sumber: nationalpost.com)
© (Foto: YouTube)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya