7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Nabi Muhammad SAW Menangis Setelah Membaca Surat Al-hajj Ayat Pertama (Foto Ilustrasi: Shutterstock.com)
Dream - Terjadinya hari kiamat adalah hal yang harus diimani oleh setiap muslim. Bahkan hal tersebut ada di dalam rukun iman yang ke-5, yakni iman kepada hari akhir. Meski begitu, tak ada satu pun manusia yang mengetahui kapan tepatnya kiamat itu akan datang.
Namun, Allah SWT sudah memberikan petunjuk atau gambaran tentang peristiwa hari kiamat melalui Al-Quran. Salah satunya dalam surat Al-Hajj. Jika dilihat dari nama surat ini, sebenarnya surat Al-Hajj sendiri menjelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji.
Di dalamnya membahas tentang ihram, tawaf, sa'i, wukuf di Arafah, mencukur rambut, dan sebagainya. Namun, melalui surat ini jugalah yang mampu membuat Nabi Muhammad saw menangis, terutama pada ayat yang pertama. Hal tersebut karena beliau merasa khawatir dengan malapetaka di hari kiamat.
Untuk mengetahui apa isi kandungan dari surat Al-Hajj ayat pertama tersebut, berikut sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.
Diketahui sebelumnya bahwa surat Al-Hajj adalah surat yang berhubungan dengan ibadah haji. Namun, jika membaca arti dari ayat pertama, justru menjelaskan tentang malapataka di hari kiamat. Berikut adalah bacaan dari surat Al-Hajj ayat 1:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ
Artinya: " Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar." (QS. Al-Hajj: 1)
Menurut Al-Ghaznawi, surat Al-Hajj adalah salah satu surat yang ajaib. Hal itu karena surat tersebut diturunkan pada malam hari dan siang hari, dalam musafir dan dalam kondisi tidak musafir. Ada ayat yang diturunkan di Makkah dan ada juga yang diturunkan di Madinah. Isinya berkaitan dengan peperangan dan ada juga yang berhubungan dengan perdamaian. Selain itu, ada juga ayat-ayat yang muhkam dan ayat yang mutasyabihaat.
Ayat pertama surat Al-Hajj diturunkan pada malam hari saat terjadi peperangan Bani Mustalik. Hal itu dengan berdasar pada sebuah riwayat yang dikutip dari Tafsir ringkas Kemenag.
Nabi Muhammad saw membacakan ayat tersebut kepada para sahabat. Setelah selesai membacanya, beliau menangis dan ada dari sahabat yang juga ikut menangis. Selain itu ada juga yang merasa gundah dan ada juga yang berusaha untuk merenungi ayat tersebut.
Kesedihan Nabi Muhammad saw dikarenakan beliau merasa khawatir dengan malapetaka di hari kiamat. Walaupun Nabi Muhammad saw dan para sahabat adalah orang-orang yang memiliki keimanan kuat, namun mereka tetap merasa khawatir dengan hari kiamat.
Hari kiamat adalah hari yang hanya diketahui oleh Allah SWT saja kapan akan terjadi. Namun, peristiwa tersebut digambarkan dengan sangat mengerikan. Di mana planet dan benda-benda angkasa satu dengan yang lain saling berbenturan dan pecag berserakan menjadi kepingan halus. Saat itu juga, segala sesuatu yang ada di alam ini pun musnah.
Musnahnya alam dunia, kemudian digantikan Allah SWT dengan alam akhirat yang kekal abadi. Di alam itulah setiap manusia akan melalui proses perhitungan amal perbuatan. Amal perbuatan yang berat, maka Allah SWT akan menempatkannya di surga.
Melalui surat Al-Hajj ayat 1, Allah SWT mengingatkan manusia agar selalu mawas diri dan menjaga diri dari azab Allah SWT yang sangat pedih di hari kiamat. Tak hanya dari surat itu saja, Allah SWT juga menjelaskannya di dalam surat Az-Zalzalah ayat 1 - 2:
اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ
وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَاۙ
Artinya: " Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya," (QS. Az-Zalzalah: 1 - 2)
Melalui ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang bertakwa tidak akan merasa takut dengan hari kiamat. Karena mereka percaya bahwa hari kiamat itu nyata adanya. Sedangkankan orang yang durhaka kepada Allah SWT, maka mereka akan merasakan ketakutan pada hari kiamat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?