Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nadiem Makarim (Foto: Kemdikbud.go.id)
Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim meluncurkan transformasi baru dalam seleksi masuk Peguruan Tinggi Negeri (PTN). Salah satunya tes mata pelajaran dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang ditiadakan.
“ Seleksi nasional berdasarkan tes sekarang tidak ada lagi tes mata pelajaran, tidak ada lagi tes yang spesifik ke setiap mata pelajaran,” demikian dikutip dari YouTube Liputan6.
Sebelumnya jalur SBMPTN dilaksanakan dengan menggunakan banyak materi dan mata pelajaran. Kini Nadiem merombaknya dengan hanya menggunakan satu tes skolastik yang mengukur kemampuan bernalar siswa.
“ Ini akan diganti dan disederhanakan hanya ada 1 tes skolastik yang mengukur kemampuan bernalar siswa,” lanjutnya.
Tes skolastik tersebut terdiri dari uji kemampuan kognitif atau logika, penalaran matematika, literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
“ Literasi yang kita maksud dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris bukan teknik dramatika tetapi kemampuan mengerti logika daripada teks tersebut. Benar-benar literasi secara mendalam,” ungkapnya.
Nadiem menyebut, melalui tes skolastik kini tes masuk perguruan tinggi tidak berhubungan dengan penghafalan materi melainkan berhubungan dengan kemampuan bernalar, problem solving, serta potensi kognitif.
“ Kami harap ini akan menjadi kabar yang sangat gembira bagi para calon-calon pengambil seleksi nasional berdasarkan tes di mana tidak ada lagi tes mata pelajaran dan hanya ada satu tes yang tidak berhubungan dengan penghafalan materi,” kata Nadiem.
Saat ini masuk PTN mempunyai tiga jalur yakni berdasarkan prestasi, berdasarkan tes, dan seleksi secara mandiri oleh PTN. Seleksi nasional berdasarkan prestasi menggantikan Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya