Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
(Sumber: Http://shanghaiist.com/)
Dream - Seorang turis Tiongkok tewas saat menggunakan wahana ekstrem flying fox di sebuah obyek wisata di Chiang Mai, Thailand. Teman-temannya kini menyerukan penyelidikan lebih lanjut atas kematiannya.
Insiden ini terjadi di sebuah taman outbond yang dikelola oleh Flying Squirrels di distrik Mae Rim. Operator awalnya mengatakan, Wang Qi, 32, meninggal karena gagal jantung selama perjalanan.
Namun, pemeriksaan postmortem menyimpulkan itu wanita itu telah mengalami patah tulang leher dan bahu.
" Leher tersentak sehingga patah," kata Kolonel Polisi Adul Somnuek kepada Khaosod English. " Kami hanya tahu kemarin bahwa leher patah. Awalnya kami diberitahu bahwa almarhumah kehilangan kesadaran. Ketika kami mencapai tempat kejadian, petugas tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Taman itu letaknya jauh di dalam hutan. Jadi kami hanya diberitahu bahwa ia pingsan atau mengalami syok."
Sahabat Wang telah meminta konsulat Tiongkok di Chiang Mai untuk membantu menyelidiki dan polisi setempat telah berjanji untuk menindaklanjuti kasus ini segera.
The Bangkok Post melaporkan bahwa saksi mengatakan kepada polisi bahwa Wang hampir mencapai ujung, di mana dua petugas yang biasa disiagakan untuk mengurangi laju flying fox gagal menangkapnya.
Akibatnya, wanita itu jatuh terus meluncur hingga akhirnya berhenti mendadak dan lehernya patah.
Khaosod English berbicara dengan Amphika Masanog, asisten manajer Flying Squirrels, yang mengatakan bahwa Qi kemungkinan patah lehernya saat berhenti mendadak. Khaosod English melanjutkan, " Dia mengatakan insiden itu terjadi setelah almarhumah dan orang lain dalam rombongannya naik flying fox bersama-sama. Flying fox itu biasanya disediakan hanya untuk satu orang pada satu waktu.
Petugas memutuskan untuk menaikkan mereka karena turis lain tidak bisa sampai ke ujung lainnya, dan petugas menganggap almarhumah tidak berat cukup untuk mencapai ujung sendirian.
Saat dia hampir mencapai ujung, almarhumah mulai panik dan mengepakkan tangannya. Hal itu menyulitkan petugas untuk menangkapnya. Dia terhenti mendadak di ujung lainnya sehingga menyentak lehernya."
Masanog mengatakan bahwa perusahaan baru tahu tentang laporan otopsi dan tidak berniat menipu.
" Tidak ada luka yang terlihat di tubuhnya saat itu, dan dia tampak pucat," katanya. " Kami pikir dia syok, atau dia pingsan, jadi kami menerapkan pertolongan pertama dan memanggil ambulans."
Insiden ini terjadi tiga bulan setelah seorang turis Tiongkok berusia 44 tahun jatuh dan tewas saat menggunakan flying fox yang dioperasikan perusahaan lain di Chiang Mai.
Pada bulan Juli, total 17 wisatawan dari Tiongkok terluka setelah kecelakaan di jalan saat bus wisata yang mereka tumpangi terguling di pulau wisata populer Thailand, Phuket.
(Ism, Sumber: shanghaiist.com)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi