Nasib 11 Debt Collector yang Kepung Anggota TNI Karena Bawa `Mobil Bermasalah`

Reporter : Arini Saadah
Senin, 10 Mei 2021 12:01
Nasib 11 Debt Collector yang Kepung Anggota TNI Karena Bawa `Mobil Bermasalah`
Begini nasib 11 debt collector yang lakukan pengadangan terhadap anggota TNI.

Dream - Belakangan ramai diperbincangan aksi pengepungan salah satu anggota TNI oleh belasan petugas penagih utang (deb collector). Tim Gabungan Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya telah menangkap 11 pelaku penghadang anggota Babinsa Ramil Semper Timur II/O5 Kodim Utara 0502, Serda Nurhadi, Minggu (9/5) kemarin.

Peristiwa itu bermula saat debt collector menghadang Honda Mobilio Nopol B 2638 BZK warna putih yang dikemudikan oleh Nurhadi di Gerbang Tol Koja Barat, Jakarta Utara. Kejadian itu langsung viral. Polisi pun bergerak cepat untuk menangkap pelaku.

Proses penangkapan dilakukan sebanyak dua kali. Yang pertama berhasil mengamankan 9 orang, sedangkan yang kedua berhasil mengamankan dua orang pelaku. Berikut informasi selengkapnya dan kondisi terkini nasib komplotan debt collector tersebut.

1 dari 5 halaman

Penangkapan 9 Orang

Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS menyebutkan bahwa tim gabungan telah berhasil mengamankan 9 pelaku pengadangan anggota Babinsa TNI, pada Minggu (9/5) pukul 14.00 WIB.

" Tim Gabungan Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya hari ini tepatnya pukul 14.00 Wib telah berhasil mengamankan 9 orang pelaku," kata Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS dalam keterangannya dikutip Merdeka.com, Minggu (9/5).

Sementara sembilan orang tersebut masih diperiksa oleh Reskrim Polres Jakarta Utara. Nama-nama 9 pelaku adalah sebagai berikut: Gerio Lewerissa (38), Hervy Leatomu (25), Jhon Kadarisman (29), Gerry Yansen Tahitu (27), Yosep A.K Meka (23), JoeFare Thenu (21), Ronny Sapulete (26), Al Fian Manuputty (27), dan Pieter Abarua (29).

Langkah pemeriksaan sebagai bentuk pengawalan dari Kodam Jaya untuk proses hukum terhadap kedua belah pihak.

" Itu bentuk dari wujud sinergitas yang terjalin baik selama ini antara Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di Wilayah DKI Jakarta," tutur Herwin.

2 dari 5 halaman

Pelaku Tambah 2 Orang

Ilustrasi© Instagram/@tnilovers18

Total sebanyak 11 debt collector ditangkap petugas gabungan. Lantaran ada penambahan dua orang dalam penangkapan.

" Ada penambahan dua orang sehingga telah berhasil mengamankan 11 orang pelaku," ujar Herwin dalam keterangannya.

Dua pelaku yang baru diamankan ialah Hanoch Hamnes (26) dan Hendry (27). Saat ini sebelas terduga bersalah tersebut masih diperiksa dan terancam dijerat pasal 335 ayat (1) Dan 53 Jo 365 KUHP.

3 dari 5 halaman

Barang Bukti

Ilustrasi© Instagram/@infokomando

Dari hasil penangkapan itu, Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi berhasil menyita 4 video rekaman terkait kejadian yang viral, 1 unit handphone iPhone 6S untuk merekam, handphone para pelaku, 7 pasang baju, celana, dan helm digunakan para tersangka pada saat kejadian.

Lalu 3 unit KR2, visum sementara korban dan surat kuasa penarikan mobil dari Clipan Finance kepada PT Anugrah Cipta Kurnia Jaya.

" Tim Gabungan Sat Reskrim Polrestro Jakut dan Unit Reskrim Polsek Koja dan dibantu informasi dari Kodim Jakarta Utara telah mengamankan 11 orang terkait kasus viral perbuatan tidak menyenangkan disertai ancaman kekerasan dan percobaan pencurian dengan kekerasan," papar Nasriadi.

4 dari 5 halaman

Ini dia Potret 11 Debt Collector

Ilustrasi© Instagram/@tnilovers18

Melansir dari akun Instagram @tnilovers18, yang mengunggah potret dari 9 pelaku debt collector yang diamankan.

" Selamat menikmati lebaran di hotel Prodeo Bouss! Abis lebaran boleh nih kayaknya silaturahmi ke sana ???? Ada yang mau ikut gak? ????," tulisnya dalam keterangan foto.

5 dari 5 halaman

Anggota TNI juga Diperiksa

Ilustrasi© Instagram/@tnilovers18

Serda Nurhadi tengah menjalani pemeriksaan Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya). Langkah pemeriksaan tersebut sebagai bentuk pengawalan dari Kodam Jaya untuk proses hukum terhadap seluruh pihak terkait.

" Iya (diperiksa), jadi untuk dimintai keterangan terkait kejadian yang terjadi kemaren. Semua proses pemeriksaan dilakukan agar diperoleh hasil hukum yang berkeadilan," kata Herwin.

Herwin menambahkan, proses pemeriksaan terhadap Serda Nurhadi untuk mendalami kasus. Mengenai kaitannya membawa kendaraan yang sedang dalam masalah (tunggakan cicilan kredit).

" Sedangkan untuk Serda Nurhadi sendiri akan dilakukan pemeriksaan di Pomdam Jaya karena membawa kendaraan yang sedang dalam masalah. Hal ini perlu dilakukan guna mendapatkan proses hukum yang berkeadilan, Tutup Kapendam Jaya," pungkasnya.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

Beri Komentar