Satu Keluarga Nekat Belanja Saat Lockdown, Apes Kena Denda Rp22 Juta

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 15 April 2020 13:01
Satu Keluarga Nekat Belanja Saat Lockdown, Apes Kena Denda Rp22 Juta
Satu keluarga ini melanggar aturan lockdown Malaysia.

Dream - Satu keluarga yang terdiri dari enam orang di Malaysia dijerat denda dengan total 6 ribu ringgit, setara Rp22 juta. Penyebabnya, mereka nekat keluar rumah untuk berbelanja bersama ke supermarket selama masa pemberlakuan Movement Control Order (MCO) atau lockdown.

Kepala polisi distrik Sabak Bernam, Inspektur Agus Salim Mohd Alias, mengatakan anggota keluarga tersebut berusia antara 19 hingga 48 tahun. Mereka ditahan pada Sabtu pekan lalu pukul 12.45 siang waktu setempat.

" Pelanggaran yang dilakukan antara lain melawan perintah pejabat penegak hukum, memasuki supermarket sebagai kelompok dan tidak melakukan social distancing. Hal ini berdasarkan Peraturan 11 Regulasi dan Pengendalian Penyakit Menular Tahun 2020," ujar Agus, dikutip dari New Straits Times.

Agus mengatakan keluarga tersebut diberi waktu dua pekan sejak tanggal mereka ditetapkan bersalah untuk membayar denda yang berlaku.

1 dari 5 halaman

Hukuman Bagi Pelanggar Aturan Lockdown

Dia juga mendesak masyarakat untuk mematuhi kebijakan lockdown. Agus juga menegaskan kepolisian tidak akan ragu mengambil tindakan tegas demi menekan persebaran Covid-19 di Malaysia.

Diketahui, seseorang yang melanggar aturan lockdown di Malaysia akan mendapatkan sanksi berupa denda 1.000 ringgit, setar Rp3,6 juta per kepala. Bisa juga dengan penjara paling lama enam bulan.

Hal ini dilakukan karena masih banyaknya warga Malaysia yang berkumpul di luar rumah, baik untuk membeli makan atau bersantai di food court.

Pemerintah Malaysia juga melarang masyarakat menggelar atau mengikuti kegiatan keagamaan, olahraga, sosial dan budaya. Semua rumah ibadah dan tempat bisnis harus tertutup, kecuali supermarket, pasar umum dan toko kelontong.

© Dream
2 dari 5 halaman

Kekhawatiran Dokter Malaysia, Sebut Indonesia Seperti Bom Waktu Corona Covid-19

Dream - Dokter asal Malaysia, Musa Mohd Nordin, mengungkapkan kekhawatirannya dengan kondisi Indonesia di tengah wabah virus corona. Dia menyebut kasus Covid-19 di Indonesia seperti bom waktu dan dapat berimbas ke Malaysia.

" Saya khawatir dengan Indonesia, Indonesia seperti bom, hanya kita tidak tahu kapan meledaknya," ujar Musa dalam wawancara di stasiun televisi Astro Awani yang diunggah di YouTube.

Dalam wawancara itu, Musa juga meminta Pemerintah Malaysia menunjukkan contoh dan tegas dalam bertindak. Dia juga memberikan beberapa rekomendasi penanganan Covid-19.

Rekomendasi pertama yaitu Pemerintah Malaysia memberikan teladan terkait physical distance. Kemudian, ia meminta adanya lockdown total untuk lokasi hotspot Covid-19 supaya tidak ada oknum yang keluar wilayah.

" Hotspot ini mesti kita lockdown 100 persen dengan Perintah Kawalan Pergerakan yang lebih kuat," ujar Musa.

Dia juga meminta Pemerintah Malaysia memperketat perbatasan dengan Indonesia. Ini untuk mengantisipasi adanya pergerakan orang dari Malaysia ke Indonesia maupun sebaliknya.

Pekan lalu, Kementerian Kesehatan Malaysia mengungkapkan data terkait presentase kematian akibat virus corona di Indonesia merupakan tertinggi di Asia. Bahkan tertinggi kedua di dunia setelah Italia.

Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia

3 dari 5 halaman

Inilah Penyebab Virus Corona Covid-19 Sangat Mudah Menyerang Sel Manusia

Dream - Virus corona Covid-19 telah menjadi sumber ketakutan baru masyarakat dunia. Kecepatannya menulari jutaan warga di 200 lebih negara membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan penyakit virus coron yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini sebagai pandemik global.

Penyebaran cepat corona membuat masyarakat di dunia memberlakukan ketentuan social distancing atau jaga jarak. Dalam perkembangannya, anjuran ini diubah WHO menjadi Physical distancing.

Sosok misteri virus corona sampai saat ini masih terus diteliti para ahli. Mereka mencoba membongkar rahasia di balik apa itu virus corona.   

Mengutip laman livescience.com, virus Covid-19 ternyata bisa dengan mudah menempel pada sel manusia melalui apa yang disebut spike protein. Namun pada Covid-19, struktur protein lonjakannya berbeda. Setelah protein tersebut berikatan dengan reseptor sel manusia, maka protein pada permukaan sel akan berfungsi sebagai pintu masuk. Protein tersebut akan masuk kedalam membrane sel virus dan bergabung dengan membrane sel manusia. Sehingga memungkinkan untuk genom virus untuk masuk ke dalam sel manusia.  

Pada bulan Februari, peneliti di University of Texas di Austin dan di National Institutes of Health, memetakan struktur molekul protein lonjakan virus Covid-19. Struktur protein lonjakan pada Covid-19, berbeda dengan virus corona sebelumnya.

 Para peneliti menggunakan sinar-x untuk mengeksplorasi lebih lanjut terkait spike protein dan reseptor sel manusia yang diikatnya. Tujuannya adalah untuk mengetahui mengapa protein lonjakan pada Covid-19 sangat baik dalam menginfeksi sel manusia bila dibandingkan dengan virus corona serupa yang dikenal sebagai SARS-CoV, yang menyebabkan wabah sindrom pernafasan akut (SARS) pada tahun 2003.

© Dream
4 dari 5 halaman

Mengapa Covid-19 dapat menginfeksi dengan sangat baik pada sel manusia?

Struktur Covid-19© Shutterstock

Baik SARS-CoV dan SARS-CoV-2 mengikat ke reseptor sel manusia yang sama, yang dikenal sebagai ACE2. Penelitian dari University of Minnesota menemukan bahwa beberapa mutasi genetik memimpin protein lonjakan SARS-CoV-2 untuk mengembangkan " punggungan" molekuler yang lebih kompak daripada SARS-CoV.

Struktur yang lebih ringkas dan beberapa perbedaan kecil lainnya, memungkinkan SARS-CoV-2 menempel lebih kuat pada reseptor ACE2 manusia. Sehingga memungkinkannya untuk menginfeksi sel lebih baik dari SARS-CoV. Dengan demikian Covid-19 dapat menyebar lebih cepat daripada coronavirus SARS.

Fang Li, seorang profesor di Departemen Ilmu Hewan dan Biomedis di University of Minnesota mengatakan, " Secara umum, dengan mempelajari fitur struktural dari protein virus yang paling penting dalam membangun kontak dengan sel manusia, kita dapat merancang obat kemudian mencari virus tersebut dan memblokir aktivitas mereka - seperti mengacaukan radar mereka.”

5 dari 5 halaman

Temuan Para Ahli

Para Ahli© Pexels.com

Dengan mempelajari secara spesifik virus Covid-19 dan bagaimana ia melekat pada sel, para peneliti juga memperoleh beberapa wawasan tentang bagaimana virus itu dapat melompat dari hewan ke manusia.

Mereka menemukan bahwa virus corona pada kelelawar juga berikatan dengan reseptor ACE2. Beberapa mutasi bisa meningkatkan kemampuan virus kelelawar untuk menempel pada reseptor manusia yang memungkinkan lompatan ke manusia. Para peneliti juga menganalisis struktur protein lonjakan pangolin, yang bisa menjadi inang antara kelelawar dan manusia.

Mereka menemukan bahwa salah satu pangolin virus corona berpotensi mengikat reseptor manusia. Mendukung gagasan bahwa trenggiling adalah inang perantara virus. Tetapi hipotesis itu " perlu diverifikasi secara eksperimental," tulis mereka dalam penelitian tersebut.

Temuan ini dipublikasikan pada 30 Maret di jurnal Nature.

© Dream
Beri Komentar