Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Pasangan Mesum Terjaring Razia Operasi Penyakit Masyarakat Polrestabes Palembang. (Foto: Detak.co)
Dream - Ada-ada saja dalih yang dilontarkan pasangan bukan suami-istri ketika terjaring razia petugas Unit Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Satuan Sabhara Polrestabes Palembang pada hari Minggu malam, 27 September 2020.
Pasangan mesum itu berusaha mengelabui petugas saat ketahuan berduaan di kamar sebuah penginapan di Ilir Barat I. Mereka mengaku bukan pasangan, tapi keponakan dan tante.
“ Serius, Pak, kami masih keluarga. Ini tante saya, Pak. Saya keponakan,” kata pria berinisial DD. Namun petugas tak percaya begitu saja dengan ucapan pria 21 tahun itu.
Karena tak mampu menunjukkan identitas dan bukti bahwa mereka punya hubungan keluarga, DD dan pasangannya, AI (28 tahun), dibawa ke Polrestabes Palembang.
Diketahui, pria yang mengaku keponakan itu warga Tanjung Raja, Ogan Ilir. Sementara perempuannya yang disebut tante warga Kertapati, Palembang.
Kasat Sabhara Polrestabes Palembang, AKBP Sonny Triyanto, mengatakan selain dua orang itu, operasi penyakit masyarakat (pekat) ini juga mengamankan empat pasangan mesum lainnya.
Saat digerebek, mereka ada yang mengaku pacaran, tunangan, atau memiliki hubungan keluarga seperti DD dan AI ini.
“ Ada lima pasangan tak resmi yang terjaring giat cipta kondisi malam ini. Kami amankan dari tiga penginapan di tiga lokasi berbeda, yakni di Demang Lebar Daun, Ilir Barat (IB) I dan Ilir Barat (IB) II,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasat Sabhara, AKBP Sonny Triyanto, Senin.
" Ada satu pasangan mengaku katanya dia tante dan keponakan, atau bibi. Tetapi kita cek bukan, dan ini kami data untuk dibina," tambah Sonny.
Sonny menerangkan, operasi ini dilakukan guna mengantisipasi kejahatan seperti peredaran narkoba dan minuman keras serta menciptakan situasi tertib dan kondusif di masyarakat.
Operasi pekat ini akan terus dilakukan secara rutin untuk mencegah berbagai potensi tindak kejahatan, termasuk tindak pidana ringan.
“ Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu membawa identitas KTP kemanapun pergi. Kemudian jangan lupa protokol kesehatan harus dipatuhi di masa pandemi ini guna mencegah penyebaran virus corona,” kata Sonny.
Sumber: Detak.co
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam