Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penampakan Cacing Pemakan Daging Yang Hidup Di Dalam Otak. (Foto: Asia Wire)
Dream - Seorang pria dari Tiongkok menanggung derita selama 15 tahun akibat cacing pemakan daging bersarang di otaknya.
Wang Lei awalnya mulai mati rasa di sisi kiri tubuhnya pada tahun 2007. Dan sejak saat itu kesehatannya mulai menurun.
Dia sudah berobat kepada para dokter spesialis berkali-kali dan didiagnosis tumor otak.
Tetapi para dokter yang memeriksanya masih tidak dapat mengidentifikasi penyebab penyakitnya.
Kondisi Wang Lei makin memburuk dan mulai mengalami kejang-kejang dan terkadang pingsan, lapor media lokal.
Pada tahun 2018, seorang dokter menemukan seekor cacing hidup sepanjang 12 sentimeter di dalam otak Wang Lei.
Saat itu, dokter menyarankan dilakukan tindakan untuk mengeluarkan cacing itu tanpa operasi.
Sebab cacing tersebut hidup di bagian kepala yang berisiko tinggi jika dilakukan pembedahan.
Sayangnya, cacing tersebut bertahan hidup di kepalanya. Dan baru-baru ini Wang Lei harus menjalani operasi di Rumah Sakit Sanjiu di Guangdong untuk mengeluarkan cacing tersebut.
Setelah menjalani prosedur pembedahan selama 2 jam, dokter akhirnya berhasil mengeluarkan cacing tersebut.
Cacing parasit yang dikenal sebagai Sparganum mansoni ini umumnya ditemukan di usus kucing dan anjing.
Menurut dokter Gu, cacing itu hidup dengan memakan otak Wang Lei secara pelan-pelan.
" Kami harus memotong semua bagian yang sudah dimakan cacing tersebut karena khawatir sisanya dapat tumbuh cacing lagi," kata dokter Gu.
Dokter Gu mengatakan yang dialami oleh Wang Lei bukan kasus pertama yang dia tangani.
" Rumah sakit kami telah merawat 4 pasien dengan kasus serupa," ujarnya.
Dokter Gu menyarankan orang-orang untuk berhati-hati dalam memasak makanan.
Bagi yang suka makanan ekstrem seperti ular, katak atau siput, maka harus dimasak dengan betul dan matang.
" Selain itu jangan sesekali minum air yang tidak dimasak," katanya.
Beruntung, Wang Lei dilaporkan telah pulih dari kondisinya.
(Sah, Sumber: Siakapkeli.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya