Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bianglala Di Acara Sekaten (Foto: Liputan6.com)
Dream - Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di areal tengah Alun-Alun Utara, Yogyakarta selalu ramai didatangi masyarakat yang ingin mencari hiburan. Tetapi pada Minggu, 11 November 2018 kemarin justru suasana jadi mencekam.
Pasalnya permainan bianglala yang ada di pasar malam jadi tidak terkontrol dan sebagian kabin terbalik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Dalam video yang beredar terlihat putaran bianglala kencang dan sebagian kabin tidak terkendali. Beberapa kabin terbalik dan penumpangnya bergelantungan di tiang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, bianglala terbalik sekitar pukul 20.10 WIB. Setelah kejadian itu awak wahana pun segera memanjat tiang bianglala dan mengevakuasi para penumpang.
" Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit," ujar Pami, salah satu saksi mata.
Salah seorang satgas pengamanan PMPS, Eko, menuturkan, pengelola sempat menawarkan kepada penumpang untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Namun, para penumpang memilih pulang ke rumah masing-masing.
Ia menilai kesalahan prosedur menjadi penyebab terbaliknya bianglala. Menurut Eko, penumpang saat berada di atas menggoyang-goyangkan kabinnya.
Berbeda dengan penuturan Eko, salah seorang penumpang yang pernah naik wahana bianglala yang sama, Boy Tamala, bercerita pengalamannya naik wahana tersebut.
" Minggu sore, saya bersama istri dan dua anak saya naik bianglala yang sama, saya sudah merasakan keanehan karena merasa gerak bianglala tidak normal dan berbunyi keras," tuturnya.
Pawas Polsek Gondomanan Ipda Darwantoro mengatakan menerima laporan dari pengelola ada bianglala yang macet. Ketika ia tiba di lokasi, seluruh penumpang sudah dievakuasi.
" Sempat kami pasang police line tetapi akhirnya kami lepas lagi karena tidak ada korban dalam kejadian ini," kata Darwantoro.

Ia menyebutkan wahana itu dikelola oleh seorang bernama Kurniawan Widi Cahyono. Saat dimintai konfirmasi perihal kejadian tersebut, pengelola tidak memberi penjelasan serta hanya mengatakan sedang tidak berada di tempat saat kejadian dan selebihnya tidak tahu-menahu.
PMPS di Alun-Alun Utara merupakan perhelatan tahunan. Pada 2018, PMPS digelar mulai 2 sampai 20 November 2018. Layaknya pasar malam, beragam wahana dibuka untuk umum, seperti bianglala, perahu kora-kora, roller coaster mini, dan sebagainya.
Jarak antara satu wahana dengan lainnya berdekatan dan dari pantauan Liputan6.com terlihat kurang mempertimbangkan aspek keselamatan.
Sumber: Switzy Sabandar/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya