Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Berdoa Di Tepi Danau (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Hari ini umat Islam menjalankan ibadah puasa tarwiyah yang turin dijalankan setiap tanggal 8 Zulhijah 1441 H. Dua hari ke depan, muslim seluruh Indonesia akan merayakan Idul Adha.
Puasa Tarwiyah merupakan salah satu amalan yang disunahkan sebelum Idul Adha. Usai menunaikan puasa Tarwiyah setiap tanggal 8 Zulhijah, dilanjutkan dengan puasa Arafah keesokan harinya.
Puasa Tarwiyah hukumnya adalah sunah. Puasa ini dijalankan untuk mengiringi puasa Arafah.
Karena puasa sunah, terdapat perbedaan dalam hal niat. Jika puasa wajib niatnya harus dilakukan malam hari sebelumnya, puasa sunah bisa malam sebelumnya atau ketika matahari sudah muncul.
Jika malam sebelumnya, maka niat puasa Tarwiyah adalah sebagai berikut.

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati yaumit tarwiyah lillahi ta'ala.
Artinya,
" Saya berniat menjalankan puasa sunah Tawiyah esok hari karena Allah Ta'ala."
Jika malam sebelumnya belum sempat niat tapi ingin menjalankan puasa Tarwiyah, maka amalan ini bisa dikerjakan. Tetapi, lafal niatnya menjadi berbeda.

Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnati yaumit tarwiyah lillahi ta'ala.
Artinya,
" Saya berniat puasa sunah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta'ala."
Jadi, meskipun belum berniat pada malam sebelumnya, puasa kita tetap sah.
Dream- Puasa sunnah menjelang hari raya Idul Adha tidak hanya puasa Zulhijjah saja, ada pula puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Ketiganya memiliki waktu yang berbeda-beda namun dilaksanakan di bulan Zulhijjah.
Melansir dari laman Nu Online, Zulhijjah diyakini sebagai salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, salah satunya dengan adanya kewajiban haji bagi yang mampu menunaikannya. Bagi yang tidak mampu dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah seperti sedekah, sholat dan puasa.
Di tahun ini, pemerintah Indonesia telah membatalkan keberangkatan haji 2020 karena pandemi virus corona covid-19 yang masih berlangsung di Arab Saudi. Kondisi ini memperkuat alasan muslim Indonesia untuk melakukan puasa Arafah sebelum Idul Adha 2020/1441 H.
Puasa Arafah dilakukan bagi orang yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Tidak haji artinya mereka tidak melakukan wukuf di Padang Arafah.
Puasa Arafah merupakan puasa hari ke-9 dari bulan pada bulan Zulhijjah atau sehari menjelang Hari Raya Idul Adha. Tahun ini, menurut maklumat Pemimpin Pusat (PP) Muhammadiyah dengan nomor edaran 06/Edr/I.0/E/2020, puasa Arafah 1441 H jatuh pada hari Kamis, 30 Juli 2020.
Puasa Arafah memiliki keutamaan yang mulia yakni bisa menghapus doa setahun yang lalu dan dosa satu tahun yang akan datang. Hal tersebut tertuang dalam hadits yang diriwayatkan Abu Qatdah rahimatullah, Rasullullah bersabda yang berarti:
" Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas." (HR Muslim)
Bagi Sahabat Dream yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji atau tidak melakukan wukuf di Padang Arafah disunahkan untuk berpuasa Arafah.

Menurut hadis oleh Hunaidah ibn Khalid yang berbunyi,
" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis" (HR Abu Daud).
Meskipun banyak perbedaan mengenai kuat dan lemahnya hadist tersebut, namun Nabi Muhammad SAW selalu berpuasa Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah atau satu hari bertepatan dengan tanggal 30 Juli 2020.
Sebelum memulai melaksanakan ibadah puasa Arafah, disarankan untuk selalu membaca niat puasa Arafah pada malam hari atau sebelum matahari terbit dan sebelum puasa Arafah dilaksanakan. Hal ini dilakukan agar ibadah yang sudah dijalankan diterima oleh Allah SWT.
Berikut niat puasa Arafah.
Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya