Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Indra Rudiansyah. Dialah mahasiswa S3 jurusan Clinical Medicine di Oxford University asal Indonesia yang ikut andilmengembaangkan vaksin Covid-19.
Indra mulai terlibat dalam Gugus Pengembangan Vaksin Covid-19 di Oxford setelah virus tersebut ditetapkan sebagai pandemi. Indra berperan dalam melihat respons antibodi orang yang menerima vaksin.
" Hal ini penting untuk melihat efek samping maupun kemanjuran vaksin," tulis PPI United Kingdom di Instagram mereka.

Indra merupakan lulusan S1 dan S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kemudian meniti karier di BUMN PT Bio Farma (Persero) dan mendapatkan LPDP.
Pada profilnya di LinkedIn, Indra bekerja di Bio Farma sejak 2014 dan mulai kuliah di Universitas Oxford sejak 2018.
Sejauh ini, vaksin Covid-19 bernama ChAdOx1 nCoV-19 dari Universitas Oxford adalah salah satu yang paling potensial. Pemerintah Inggris turut mendanai pengembangan vaksin yang dilakukan bersama AstraZeneca.
”Inggris beruntung memiliki peneliti-peneliti luar biasa yang bekerja sama dengan tim berpengalaman dari AstraZeneca. Melalui kerja sama ini, mereka telah bekerja dengan sangat cepat untuk menunjukkan hasil uji klinis dari vaksin chadox ini yang terbukti aman dan efektif dalam melindungi publik dari infeksi COVID-19,” Ketua Gugus Tugas Vaksin Inggris, Kate Bingham.
Pemerintah Inggris juga berkomitmen akan membuat vaksin Corona COVID-19 ini terjangkau oleh masyarakat luas.

Universitas Oxford mengumumkan kabar bahwa vaksin yang mereka uji coba bisa menghasilkan antibodi melawan Virus Corona (COVID-19). Vaksin Corona jenis baru dari Oxford bernama ChAdOx1 nCoV-19.
Vaksin dari Oxford sudah diuji ke 1.077 sukarelawan. Sebanyak 90 persen memperoleh antibodi setelah mendapat satu dosis vaksin.
Pemerintah Inggris berkata akan ada tes dengan skala lebih besar di luar negara itu.
" Akan ada lebih banyak uji coba, dengan lebih banyak pasien - kali ini di Amerika Serikat, Brasil, dan Afrika Selatan; dan dengan anak-anak," ujar pihak Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Selasa lalu.
Pemerintah Inggris tak ingin mengklaim sudah berhasil mendapat vaksin untuk manusia, tetapi mereka percaya dengan kinerja Universitas Oxford dan AstraZeneca. Selain itu, produksi massal vaksin Corona COVID-19 ini juga sudah direncanakan.
" AstraZeneca sedang merencanakan produksi vaksin dalam skala besar. Saya merasa optimis, tapi tetap hati-hati," ujar Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, dan chargé d'affaires, Rob Fenn.
Inggris dan Indonesia, kata Fenn, telah setuju agar biaya vaksin Covid-19 bisa terjangkau.
" Inggris dan Indonesia telah menekankan sejak awal pentingnya vaksin yang terjangkau dan dapat diakses oleh semua orang," pungkasnya.
Sumber: https://www.liputan6.com/global/read/4312974/mahasiswa-indonesia-di-universitas-oxford-ikut-buat-vaksin-corona-covid-19
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya