BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Indonesia sukses menciptakan Nusagard, vaksin pencegah kanker serviks (HPV) yang disebut memiliki efikasi yang masuk kategori tinggi. Vaksin pertama di Tanah Air itu dibuat Holding BUMN Farmasi yaitu PT Bio Farma, PT Kimia Farma dan PT Indofarma berkolaborasi dengan Merck Sharp & Dohme (MSD).
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), Penny K. Lukito mengatakan, efikasi vaksin Nusagard mencapai 95 sampai 100 persen. Efikasi adalah kemampuan vaksin untuk memberikan manfaat bagi individu yang divaksin.
" Berdasarkan hasil evaluasi izin edar pada vaksin Nusagard ini memberikan harapan yang baik sekali, vaksin memiliki efikasi sampai 95 sampai 100 persen proteksi, dan dapat bertahan 10-12 tahun ini terbukti mampu mencegah kanker pada perempuan usia 9 sampai 45 tahun," kata Penny dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 3 Agustus 2023.
Penny menyampaikan vaksin Nusagard rencananya akan digunakan pada Program Imunisasi Nasional pada 2023 mendatang. Program ini menyasar 2,9 juta anak usia kelas 5 dan 6 sekolah dasar (SD).
" Kehadiran vaksin HPV Nusagard diharapkan menginspirasi munculnya kolaborasi-kolaborasi lain agar lebih banyak lagi jenis vaksin dapat yang diproduksi di dalam negeri dan mendukung cita-cita Indonesia dalam mendorong kemandirian," ujar Penny.
Selain telah mengantongi izin edar, Badan POM menegaskan akan ikut terlibat dalam pengawasan penggunaan Nusagard dalam Program Imunisasi Nasional pada Agustus 2023 mendatang.
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya mengatakan, peluncuran vaksin Nusagard merupakan upaya perseroan dalam pencegahan menuju generasi bebas kanker serviks.
" Bio Farma hadir untuk memberikan aksesibilitas, memastikan akses yang mudah dan terjangkau terhadap layanan terkait kanker serviks, dari mulai deteksi hingga vaksinasi," kata Dirut Bio Farma, Shodiq.
Kehadiran Nusagard di Indonesia ini, merupakan puncak dari kerja sama antara MSD dan Bio Farma yang telah terjalin sejak tahun 2016. Keberhasilan transfer teknologi vaksin HPV 4-valen MSD ke Bio Farma telah menghasikan vaksin HPV produksi lokal pertama di Indonesia.
" Kami berharap dapat menyaksikan Nusagard menjadi bagian dari program imunisasi HPV nasional pada bulan Agustus ini," tutup Shodiq.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
