Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
© MEN
Dream - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan vaksin Covid-19 berbayar mulai berlaku pada tahun 2024. Sedangkan sampai akhir tahun 2023 vaksin Covid-19 masih ditanggung negara.
" Tahun depan (kita mulai terapkan vaksin Covid-19 berbayar), karena diminta sampai akhir tahun ini masih ditanggung negara," ungkap Budi Gunadi, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 26 Juli 2023.
Budi memastikan pemerintah tetap menyediakan vaksin Covid-19 walau Indonesia sudah endemi. Upaya ini demi pencegahan seperti halnya vaksin-vaksin lain yang disiagakan tersedia, misalnya vaksin meningitis.
" Vaksin Covid, kalau ini sudah jadi endemi, vaksinasi itu tetap dibutuhkan untuk mencegahnya. Jangan sampai terkena (virus Corona)," ujar Budi
" Ini sama seperti meningitis, kalau untuk di rutin itu perlu diberikan, diberikan ke siapa? Orang-orang yang berisiko tinggi," sambungnya.
Namun, Budi Gunadi belum menyebut secara rinci, kelompok masyarakat berisiko tinggi mana saja yang akan rutin diberikan vaksin Covid-19.
Budi menyebut kelompok masyarakat berisiko tinggi dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan tetap gratis.
" Iya mulai 2024. Bukan berbayar, tapi akan mengikuti mekanisme biasa. Jadi kalau dia BPJS ya di-cover BPJS, kalau dia tidak ya tidak," kata Budi.
Dream - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan vaksin Covid-19 booster tidak akan digratiskan bagi masyarakat umum setelah Indonesia ditetapkan endemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Budi menegaskan, hanya penerima bantuan iuran (PBI) yang bisa mendapatkan fasilitas vaksin booster gratis dari pemerintah.
" Jadi untuk yang non PBI, masyarakat nanti akan kita buka untuk membeli vaksinnya sendiri dari apotek-apotek," ujar Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa 24 Januari 2023.
Ketentuan vaksin berbayar ini akan berlaku bagi masyarakat yang tidak terdaftar sebagai PBI BPJS Kesehatan. Nantinya, vaksin Covid-19 akan dijual sekitar 5 sampai 10 dolar atau sekitar Rp200 ribu.
Sementara bagi masyarakat peserta PBI BPJS Kesehatan masih bisa menerima vaksin Covid-19 secara gratis. Namun, vaksin yang diberikan terbatas hanya buatan dalam negeri.
" Kalau ini jadi endemi, mungkin vaksinasi gratis akan kita paketkan ke PBI, dan itu vaksin dalam negeri. Sehingga, beban negara fokus di masyarakat miskin lewat mekanisme PBI," jelasnya.
Budi menyebut, saat ini vaksin Covid-19 yang tersedia sebanyak 9,3 juta dosis. Terdiri dari vaksin produksi dalam negeri, hibah, dan sisa kontrak pembelian vaksin.
" Vaksin kita masih 9,3 juta stok. Pembelian kita arahkan ke dalam negeri," ujar Budi.
Sumber: merdeka.com
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya