Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
© Pexels.com/Thirdman
DREAM.CO.ID - Memasuki usia 50 tahun bukan berarti seseorang harus mengurangi aktivitas atau menganggap berbagai keluhan sebagai bagian yang tidak terhindarkan dari proses menua. Justru pada tahap kehidupan ini, perhatian terhadap kesehatan perlu semakin ditingkatkan. Pemeriksaan rutin dan vaksinasi dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih awal sekaligus memberikan perlindungan terhadap sejumlah penyakit.
Kebutuhan setiap orang tentu berbeda. Riwayat keluarga, kondisi kesehatan, gaya hidup, obat yang dikonsumsi, hingga faktor risiko tertentu dapat membuat seseorang membutuhkan pemeriksaan tambahan atau jadwal yang berbeda. Berikut sejumlah pemeriksaan dan vaksin yang perlu menjadi bahan pembicaraan dengan dokter.
1. Vaksin untuk Cegah Herpes Zoster
Orang dewasa berusia 50 tahun ke atas umumnya dianjurkan mendapatkan vaksin herpes zoster atau cacar ular. Salah satu vaksin yang digunakan adalah Shingrix, yang diberikan dalam dua dosis dengan jarak sekitar 2–6 bulan.
Herpes zoster terjadi akibat aktifnya kembali virus penyebab cacar air yang sebelumnya menetap di dalam tubuh. Risiko penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia sehingga vaksinasi menjadi salah satu langkah pencegahan yang penting.
2. Vaksin Influenza Setiap Tahun
Vaksin flu perlu diperbarui setiap tahun karena virus influenza terus mengalami perubahan. Lansia memiliki risiko lebih besar mengalami komplikasi serius akibat influenza sehingga vaksinasi menjadi bagian penting dari perlindungan kesehatan.
Untuk orang berusia 65 tahun ke atas, dokter dapat mempertimbangkan jenis vaksin influenza yang dirancang memberikan respons imun lebih kuat.
3. Perlindungan terhadap Pneumokokus
Pertambahan usia juga meningkatkan risiko terkena penyakit akibat bakteri pneumokokus, termasuk pneumonia, infeksi aliran darah, dan meningitis. Karena itu, kelompok usia lanjut atau orang dengan kondisi tertentu mungkin memerlukan vaksin pneumokokus.
Jenis vaksin dan jadwal pemberiannya dapat berbeda berdasarkan usia, kondisi kesehatan, serta riwayat vaksinasi sebelumnya. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan vaksin yang sesuai.
4. Periksa Status Vaksin Tetanus dan Pertusis
Orang dewasa juga perlu memastikan perlindungan terhadap tetanus, difteri, dan pertusis. Jika belum pernah mendapatkan vaksin Tdap sebagai remaja atau dewasa, vaksin tersebut dapat dipertimbangkan. Setelah itu, vaksin penguat terhadap tetanus dan difteri umumnya diberikan secara berkala sesuai rekomendasi medis.
5. Jangan Abaikan Skrining Kanker Usus Besar
Skrining kanker kolorektal umumnya sudah dianjurkan mulai usia 45 tahun bagi orang dengan risiko rata-rata. Beberapa metode dapat digunakan, termasuk pemeriksaan tinja dan kolonoskopi.
Kolonoskopi memiliki kelebihan karena dokter tidak hanya dapat menemukan polip, tetapi juga mengangkatnya sebelum berkembang menjadi kanker. Orang dengan riwayat keluarga atau faktor risiko tertentu mungkin perlu menjalani skrining lebih awal atau lebih sering.
6. Periksa Gula Darah
Skrining diabetes tipe 2 juga penting, terutama sejak usia 45 tahun. Pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan tes HbA1c, gula darah puasa, atau tes toleransi glukosa oral.
Jika seseorang memiliki berat badan berlebih, prediabetes, atau faktor risiko lain, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan lebih sering.
7. Perhatikan Tulang, Mata, Tekanan Darah, dan Kolesterol
Seiring bertambahnya usia, kesehatan tulang juga perlu diperhatikan. Pemeriksaan kepadatan tulang dengan pemindaian DXA dapat dianjurkan bagi kelompok yang memiliki risiko osteoporosis atau patah tulang, termasuk perempuan berusia 65 tahun ke atas.
Pemeriksaan mata secara menyeluruh juga penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan yang berkaitan dengan usia. Selain itu, tekanan darah sebaiknya diperiksa secara rutin karena hipertensi sering tidak menimbulkan gejala tetapi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Pemeriksaan kolesterol melalui tes darah juga membantu mengetahui kadar kolesterol total, LDL, dan HDL. Jika kadarnya tinggi, dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.
8. Pemeriksaan Khusus Perempuan dan Laki-Laki
Perempuan perlu mendiskusikan jadwal mamografi untuk skrining kanker payudara. Pemeriksaan kanker serviks juga tetap penting sesuai usia dan riwayat kesehatan, misalnya melalui tes Pap atau HPV.
Sementara itu, laki-laki dapat berdiskusi dengan dokter mengenai pemeriksaan PSA untuk kanker prostat. Tes ini memiliki manfaat sekaligus keterbatasan karena kadar PSA yang tinggi tidak selalu berarti seseorang mengalami kanker prostat.
Memasuki usia 50 tahun sebaiknya menjadi momentum untuk lebih aktif menjaga kesehatan, bukan sekadar menunggu munculnya gejala. Pemeriksaan berkala memungkinkan sejumlah masalah diketahui lebih dini, sedangkan vaksinasi membantu memberikan perlindungan sebelum penyakit terjadi. Yang terpenting, jadwal pemeriksaan dan vaksin perlu disesuaikan dengan kondisi serta faktor risiko masing-masing.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya