Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muhammad Azmi Aldaffa (Foto: YouTube TNI AD)
Dream - Hanya tinggal selangkah menjadi sarjana di salah satu universitas ternama di Indonesia, mahasiswa satu ini memutuskan keluar dan mewujudkan mimpinya menjadi seorang taruna Akademi Militer.
Hal tersebut merupakan perjalanan hidup Muhammad Azmi Aldaffa, mantan mahasiswa Sastra Rusia Universitas Indonesia yang kini menjadi taruna Akmil sejak tahun 2020.Sejak kecil, Azmi memang bercita-cita menjadi seorang prajurit TNI.
" Orang-orang sering bilang, kok mau jadi Taruna padahal ini sedikit lagi kan S1, UI lagi, enak. Jawaban saya sih gampang, setiap orang mempunyai mimpinya masing-masing. Mungkin orang kira itu jadi mahasiwa di UI atau sarjana di UI membanggakan, cuma menurut saya itu kebanggaan saya itu di sini, di Akmil," ujar Azmi dalam saluran YouTube TNI AD.

Tak hanya berhenti untuk menjadi taruna Akmil saja, Azmi memiliki target dan akan merasa bangga apabila dirinya bisa lulus menjadi Letnan Dua (Letda).
Didasari tekadnya itu, Azmi rela meninggalkan kuliahnya di UI dengan pertimbangan yang begitu matang.
" Menurut saya kebanggaan saya itu di Akmil. Lulus menjadi Letnan Dua di Akmil, itu suatu kebanggan tersendiri," ungkap Azmi.

Dalam video tersebut, Azmi pun mengungkapkan beberapa keuntungan menjadi taruna Akmil. Salah satunya yakni jatah makan gratis.
Hal tersebut menurut Azmi sangatlah enak. Kegiatan yang teratur juga menjadi penyemangatnya.
" Bukan enak lagi, enak sekali! Makan, pagi, siang, malam gratis. Kegiatan teratur. Sabtu dan Minggu lancar ada pesiar," ungkap dia.

Tak hanya berbagai fasilitas yang menurutnya enak, menjadi taruna Akmil juga mengajarkannya menumbuhkan nilai tolerasi yang tinggi.
Di Akademi, Azmi bertemu dan memahami teman-teman satu lettingannya yang berasal dari suku berbeda-beda.
" Di sini tuh saya bisa belajar memahami orang-orang, teman-teman letting saya, dari suku Jawa, Batak, Manado. Di sini itu saya lebih memahami oh begini ya manusia ya, ada perbedaan cara bicara. Mungkin menurut saya kasar, tapi menurut dia di sukunya itu tidak kasar," lanjut dia.
Berikut kisah perjalanan Muhammad Azmi Aldaffa:
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya