Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Nyesek, Pria Ini Santap Masakan Terakhir Ibu Sebelum Meninggal: Sampai Jilati Bumbu Tak Mau Disisakan
Dream - Seenak apapun masakan seorang chef terkenal, tidak akan bisa mengalahkan hidangan dari tangan seorang ibu.
Selera ketika makan sudah tentu berbeda karena kita sudah sehati dengan masakan ibu. Ibunda yang telah mengandung kita selama sembilan bulan.
Namun kenyataan yang terlalu pahit terpaksa ditelan ketika kita tak bisa lagi menikmati masakan ibu untuk selama-lamanya.
Begitulah kisah yang dialami pria dari Malaysia ini setelah kepergian sang ibu untuk selama-lamanya.
Dalam video yang beredar di media sosial, pria itu terlihat menyantap masakan ibunya dengan tatapan kosong.
Ternyata, makanan itu menjadi masakan terakhir dari sang ibu sebelum dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Bahkan ia sampai menghisap daun yang ada di dalam lauk, seperti tak ingin menyisakan setetes bumbu pun.

“ Hasil tangan terakhir mama sebelum dipanggil Tuhan, aku hisap sisa daun ini tinggal kenangan terakhir,” tulis pria itu, dilansir dari mStar
Pria itu mengaku syok karena sang ibu meninggalkannya tiba-tiba. Ia menceritakan ibunya meninggal pada Rabu lalu sesaat setelah melaksanakan sholat Dhuha. Bahkan, sang ibu meninggal di pangkuan pria tersebut.
Seakan tahu akan meninggalkan sang anak untuk selamanya, mendiang ibunya memasak cukup banyak lauk dan kemudian menyimpannya di freezer.

“ Almarhumah ibu saya menyimpan banyak makanan berlebih, seolah-olah dia tahu dia akan pergi,” ucapnya.
Ia juga mengungkap penyesalannya karena tidak sempat meminta maaf kepada sang ibu sebelum kepergiannya.
“ Maafkan aku ibu, aku tidak punya waktu untuk meminta maaf di saat-saat terakhir. Sampai hari ini hati adik masih pilu,” lanjutnya.
Netizen yang menonton postingan itu turut iba dan menyampaikan rasa belasungkawa di kolom komentar. Beberapa turut menceritakan kisah serupa yang mereka pernah alami.
“ Ibuku meninggal 37 hari yang lalu. Saya masih menyimpan masakan terakhir yang dimasak ibu saya di dalam kotak meskipun saya tidak bisa memakannya lagi. Saya senang melihat itu ada di lemari es.”
“ Almarhumah ibu saya masuk ICU saat lebaran. Tapi semangat membuat ketupat lebih awal dan menyimpannya di kulkas. Jadi di pagi hari raya, saudara-saudara kita bisa makan. Sedih.”
“ Saya sempat makan makanan terakhir almarhumah. Penuh air mata di piringnya.”
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam